Ganti Ujian Tertulis, SMK Budi Luhur Tangerang Gelar Pameran Karya Siswa Selama Dua Hari

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 15:26:31 WIB
Siswa SMK Budi Luhur Tangerang memamerkan karya kreatif sebagai pengganti ujian tertulis.

TANGERANG — Sebanyak 1.200 lebih siswa kelas X dan XI SMK Budi Luhur Tangerang mengikuti Creative Portfolio Showcase 2026, sebuah pameran dan presentasi karya akhir tahun yang berlangsung selama dua hari. Acara ini menggantikan ujian tertulis konvensional yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri kreatif dan teknologi.

Karya Nyata, Bukan Sekadar Nilai di Kertas

Para siswa dari tiga jurusan—Animasi, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Broadcast TV—menampilkan portofolio hasil pembelajaran mereka di hadapan guru, orang tua, dan penguji dari industri. Kepala Sekolah SMK Budi Luhur, Joko Waluyo, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali siswa menghadapi dunia kerja yang dinamis.

“Dunia industri itu dinamis dan cepat berubah, oleh karenanya di sini semua siswa diharuskan memiliki keahlian, inisiatif, dan mental yang kuat,” kata Joko di lokasi acara, Senin (8/6/2026). Ia menambahkan bahwa lulusan SMK Budi Luhur ditargetkan siap kuliah, siap kerja, dan siap berwirausaha.

Kreativitas dan Kolaborasi Jadi Tolok Ukur Baru

Joko menjelaskan, Creative Portfolio Showcase merupakan bukti nyata kepada orang tua bahwa anak-anak memiliki kemampuan, kreativitas, dan pencapaian selama satu tahun periode pendidikan. “Perkembangan dan pencapaian siswa patut kita apresiasikan, karena anak-anak mampu membuktikan tidak hanya kepada sekolah dan orang tua melainkan kepada dunia industri jika mereka bisa bersaing,” ujarnya.

Selain menilai portofolio, para orang tua juga memberikan penilaian berdasarkan image profil siswa yang disusun oleh guru dan penguji dari industri. Kegiatan ini telah digelar sejak 2024 dan dinilai lebih mampu mewakili minat, bakat, serta kompetensi siswa dibandingkan ujian tertulis.

Soft Skill dan Hard Skill Jadi Bekal Global

Pameran ini juga bertujuan menumbuhkan karakter soft skill dan hard skill siswa agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan global. Skill kolaborasi, komunikasi, berpikir kritis, dan kreatif menjadi fokus utama yang diukur melalui presentasi dan interaksi langsung dengan pengunjung.

“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab siswa kepada investor utama di pendidikan, yaitu orang tua,” kata Joko. Ia menekankan bahwa orang tua merupakan faktor utama pendukung pendidikan di SMK Budi Luhur selama satu tahun ajaran, dan hasil karya siswa menjadi bukti nyata korelasi antara pendidikan dengan kehidupan bermasyarakat, dunia kerja, dan kewirausahaan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: wartatangerang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top