Banjir Rob Genangi Pelabuhan Kalimas, Pelindo Pastikan Aktivitas Bongkar Muat Tetap Normal

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 22:13:31 WIB
Genangan banjir rob di Pelabuhan Kalimas berhasil dikendalikan sebelum aktivitas terganggu.

BANTEN — Manajemen Pelindo Cabang Kalimas langsung bergerak cepat saat genangan muncul di sejumlah titik kawasan pelabuhan, Senin lalu. Tim operasional yang disiagakan di lapangan berhasil mengendalikan situasi sehingga air surut sebelum aktivitas kepelabuhanan terganggu.

"Pelindo terus memantau perkembangan kondisi pasang surut air laut dan berkoordinasi dengan BMKG serta instansi terkait," kata GM Pelabuhan Kalimas, GSN dan Terminal Penumpang Ana Andiliya di Surabaya, Selasa.

Genangan Surut dalam Dua Jam, Aktivitas Tak Terhenti

Menurut Ana, banjir rob merupakan fenomena alam akibat pasang air laut yang menyebabkan kenaikan permukaan air hingga menggenangi kawasan pesisir. Meski sebagian area pelabuhan ikut terdampak, seluruh layanan tetap berlangsung normal.

Pelayanan kapal, kegiatan bongkar muat, dan layanan kepada pengguna jasa berjalan tanpa hambatan berarti. Tim operasional yang berada di titik-titik strategis memastikan penanganan cepat jika genangan kembali muncul.

Pompa Air dan Normalisasi Drainase Jadi Andalan

Pelindo Kalimas sudah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi banjir rob susulan. Normalisasi saluran drainase dilakukan secara rutin agar aliran air tetap lancar saat muka air laut naik.

Selain itu, sejumlah pompa air telah disiagakan untuk mempercepat pengaliran air kembali ke laut apabila terjadi genangan. Personel dan tim operasional juga ditempatkan di beberapa titik strategis untuk pemantauan dan penanganan cepat.

"Berbagai langkah antisipasi telah kami siapkan, mulai dari normalisasi saluran air, penyiagaan pompa, hingga personel di lapangan," ujar Ana.

Imbauan untuk Pengguna Jasa dan Warga Sekitar

Pihak Pelindo mengimbau pengguna jasa dan masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG dan otoritas terkait selama periode peringatan dini masih berlaku.

BMKG Kelas II Tanjung Perak sebelumnya mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob untuk periode 12-18 Juni 2026. Koordinasi antara Pelindo dan BMKG terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak pasang air laut di hari-hari mendatang.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top