BANTEN — Menteri Sosial sekaligus Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf, menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai figur yang layak masuk bursa calon ketua umum PBNU. Nama Nasaruddin menguat di tengah persiapan pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang dijadwalkan pada 20-23 Juni 2026 di Jawa Timur.
Gus Ipul menjelaskan bahwa dalam 40 tahun terakhir, tiga ketua umum PBNU sebelumnya—KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siradj, dan KH Yahya Cholil Staquf—pernah menjabat sebagai katib aam sebelum terpilih. Nasaruddin Umar, kata dia, memiliki latar belakang serupa karena pernah mengemban amanah sebagai katib aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum KH Sahal Mahfudh.
"Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi katib am," kata Gus Ipul di Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/6). Menurutnya, pengalaman organisasi itu menjadi salah satu modal penting dalam memimpin organisasi massa terbesar di Indonesia ini.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju ataupun dicalonkan dalam pemilihan ketua umum PBNU mendatang. Ia menyerahkan sepenuhnya proses suksesi kepada peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Pernyataan Gus Ipul disampaikan usai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026. Rapat berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dan dihadiri jajaran PBNU bersama panitia pusat, daerah, dan lokal.
Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, Mustainn, menyatakan persiapan hampir rampung. "Intinya, PWNU Jatim siap mendukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso. Persiapan kami bersama panitia lokal sudah hampir 100%, tinggal pelaksanaan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 20-21 Juni 2026 dengan pembukaan munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso. Selanjutnya, peserta akan melakukan napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026. Acara ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026 dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berharap Munas dan Konbes NU dapat berjalan lancar. Ia optimistis forum ini akan menghasilkan keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama.
"Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama," kata Gus Kikin. Nama Nasaruddin Umar yang kini menjabat Menteri Agama di Kabinet Merah Putih pun diprediksi akan menjadi salah satu tokoh sentral yang diperbincangkan dalam forum konsolidasi tersebut.