CD Projekt Red Akui Belum Sepenuhnya Tebus Kesalahan Cyberpunk 2077, Andalkan The Witcher 4 untuk Kembalikan Kepercayaan Gamer

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 21 Juni 2026 | 22:37:31 WIB
CD Projekt Red mengakui belum sepenuhnya menebus kesalahan peluncuran Cyberpunk 2077.

Pernyataan Nowakowski ini muncul dalam wawancara dengan majalah Edge, di mana ia menyebut peluncuran Cyberpunk 2077 pada 2020 sebagai momen yang "memilukan" bagi tim dan penggemar. Meskipun studio kemudian merilis segudang tambalan dan ekspansi cemerlang Phantom Liberty yang sempat mendongkrak rating game menjadi "Overwhelmingly Positive" di Steam, Nowakowski mengaku tidak puas.

"Saya tidak 100 persen yakin kami telah melewati seluruh fase penebusan," ujar Nowakowski. "Saya yakin kami telah kehilangan kepercayaan dari sebagian orang untuk selamanya, dan itu adalah hal yang wajar."

Luka yang Belum Sembuh Total: Antara Tambalan dan Janji Manis

Kisah Cyberpunk 2077 memang sudah menjadi studi kasus klasik industri game. Janji-janji besar yang disebar tim marketing—mulai dari dunia open-world yang revolusioner hingga sistem RPG yang kompleks—berujung pada game yang dirilis dalam kondisi rusak, penuh bug, dan nyaris tidak bisa dimainkan di konsol generasi lama.

Kritik paling pedas datang dari Thomas Mahler, pendiri Moon Studios di balik seri Ori. Pada 2021, ia mengecam keras praktik CDPR yang disebutnya sebagai "pedagang minyak ular." Mahler menuding tim PR CDPR meniru strategi bombastis yang dulu dipakai Peter Molyneux dan Sean Murray—membangun ekspektasi setinggi langit hingga menghasilkan 8 juta pra-pesan, lalu menyerahkan produk yang setengah matang.

Warisan Skeptisisme: Mengapa Gamer Sulit Memaafkan

Mahler mempertanyakan mengapa pemain begitu mudah memaafkan studio yang melakukan praktik serupa. "Setiap video yang dirilis CDPR dibuat dengan hati-hati untuk menciptakan gambaran di benak pemain yang sangat menarik. Mereka berhenti hanya sedikit sebelum secara terang-terangan mengatakan bahwa game ini bisa menyembuhkan kanker," tulis Mahler saat itu.

Sikap skeptis ini wajar. Industri game memiliki sejarah panjang soal "redemption arc"—di mana No Man's Sky dari Hello Games berhasil bangkit dari keterpurukan serupa setelah bertahun-tahun memperbaiki game secara gratis. Namun, tidak semua pemain bersedia menunggu atau melupakan rasa dikhianati.

Harapan di Pundak The Witcher 4 dan Kejutan Ekspansi Baru

Nowakowski mengakui bahwa satu-satunya cara untuk membalikkan sentimen negatif adalah dengan merilis game-game berkualitas tinggi secara konsisten. Ia berharap The Witcher 4—yang masih belum diketahui tanggal rilisnya—dan judul-judul lain dari CDPR bisa menjadi jembatan rekonsiliasi.

Sebagai langkah awal, CDPR baru saja mengumumkan kejutan: ekspansi ketiga untuk The Witcher 3: Wild Hunt yang dirilis pada 2015. Ekspansi bertajuk Songs of the Past akan hadir tahun depan. Menariknya, seperti yang dilakukan menjelang perilisan Phantom Liberty, CDPR juga meningkatkan spesifikasi minimum PC untuk game dasar The Witcher 3—sebuah sinyal bahwa mereka tidak ingin mengulangi kesalahan teknis yang sama.

Pertanyaannya kini: apakah para gamer, terutama yang merasa dibohongi oleh gemerlap trailer Cyberpunk 2077, akan memberikan kesempatan kedua? Ataukah luka kepercayaan ini akan terus membekas, seperti noda yang tak bisa dihapus oleh tambalan mana pun?

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: techspot.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top