SERANG — Lapangan Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang menjadi saksi peringatan Tahun Baru Islam yang diubah menjadi ajang sosialisasi program pembangunan, Kamis (25/6/2026). Wali Kota Budi Rustandi tidak hanya mengajak warga berdoa, tetapi juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan.
Dua kawasan utama kota tengah disulap. Pertama, penataan Kawasan Royal Baroe yang merupakan kawasan cagar budaya dan pusat ekonomi lama. Kedua, revitalisasi Alun-Alun Kota Serang yang akan menjadi wajah baru ibu kota Provinsi Banten.
“Hijrah mengajarkan bahwa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik memerlukan niat tulus, kerja keras, kebersamaan, dan kesungguhan,” ujar Budi di hadapan ribuan warga yang hadir.
Pemkot Serang juga menyiapkan pembangunan Pasar Lama sebagai pusat perekonomian rakyat. Langkah ini dibarengi dengan peningkatan akses jalan menuju kawasan Alun-Alun untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Menurut Budi, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, ulama, tokoh masyarakat, hingga ASN menjadi syarat mutlak.
Di tengah seremoni keagamaan, Budi menyelipkan pesan ekonomi yang tegas. Ia menyebut kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai tanpa investasi yang masuk ke daerah.
“Untuk menyejahterakan masyarakat, diperlukan banyak investasi. Membuka kawasan industri di Kota Serang adalah salah satu langkah untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.
Budi mengakui setiap kebijakan pembangunan pasti menemui hambatan. Namun, ia meyakini tantangan tersebut bisa dihadapi jika seluruh elemen masyarakat bersatu.
“Saya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Serang akan terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik demi kepentingan masyarakat,” ujarnya menutup sambutan.
Revitalisasi Alun-Alun dan penataan Royal Baroe diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan dan membuka peluang usaha baru bagi pedagang lokal. Sementara pembangunan Pasar Lama akan menjadi pusat ekonomi baru yang menyerap tenaga kerja.
Pemkot Serang belum merinci jadwal pasti penyelesaian proyek revitalisasi Alun-Alun dan Pasar Lama. Namun, pemerintah menargetkan pengerjaan berlangsung secara bertahap sepanjang tahun anggaran 2026.
Budi menekankan kolaborasi tidak hanya melibatkan pemerintah dan DPRD, tetapi juga ulama, tokoh masyarakat, ASN, dan seluruh lapisan masyarakat. Semangat gotong royong disebut sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.