Pencarian

DPRD Kota Tangerang Dorong Pelatihan Kerja Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha, Targetkan Serapan 15.000 Lowongan

Kamis, 25 Juni 2026 • 16:58:01 WIB
DPRD Kota Tangerang Dorong Pelatihan Kerja Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha, Targetkan Serapan 15.000 Lowongan
Ketua DPRD Kota Tangerang dorong pelatihan kerja di BLK sesuai kebutuhan pasar kerja.

TANGERANG — Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meminta Disnaker segera menyesuaikan materi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kebutuhan pasar. Ia menilai selama ini program pelatihan belum sepenuhnya menjawab permintaan sektor usaha yang terus bertumbuh.

"Sektor rumah makan, perhotelan, dan teknologi informasi terus berkembang. Pelatihan pada sektor tersebut harus menjadi fokus Disnaker agar ketika ada permintaan, penyaluran dapat segera dilakukan," kata Rusdi di Tangerang, Kamis.

Angka Pengangguran Turun Tipis, Daya Serap Perlu Digenjot

Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Tangerang turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025. Meski menurun, Rusdi menilai angka itu masih perlu ditekan lebih dalam melalui perluasan akses kerja.

Ia mendorong pencari kerja untuk memanfaatkan Job Fair Kota Tangerang yang tahun ini menyediakan sekitar 15.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan.

Program Gampang Kerja: 430 Tenaga Profesional Terserap di 11 Perusahaan

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra merinci, program unggulan Gampang Kerja sepanjang 2025 telah menyerap 430 calon tenaga kerja profesional untuk mengikuti pelatihan di 11 perusahaan mitra. Program ini dirancang sebagai jembatan antara kompetensi peserta dengan kebutuhan spesifik industri.

Selain itu, melalui Job Fair, Pemkot Tangerang berhasil menyerap 2.034 pencari kerja. Sementara itu, 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah dan kampus setempat telah menyalurkan 6.206 pencari kerja ke dunia usaha.

Pelatihan BLK Fokus pada TI, Bisnis, dan Pariwisata

Ujang menjelaskan, pelatihan melalui Balai Latihan Kerja saat ini mencakup tiga sektor utama: teknologi informasi, bisnis, dan pariwisata. Tiga sektor ini dipilih karena memiliki tingkat permintaan tenaga kerja tertinggi di Kota Tangerang.

"Kami terus memetakan kebutuhan pasar agar lulusan BLK langsung terserap. Kolaborasi dengan perusahaan mitra menjadi kunci utama," ujar Ujang.

Dampak ke Ekonomi Daerah

Rusdi menambahkan, penurunan angka pengangguran akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD). "Jika angka pengangguran di Kota Tangerang berkurang, ekonomi dan daya beli masyarakat pasti meningkat," tegasnya.

DPRD mendorong agar program Gampang Kerja dan Job Fair terus diperluas jangkauannya, termasuk menyasar lulusan SMK dan perguruan tinggi yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks