Menteri Perhubungan Rahasiakan Rute MRT Tangsel Demi Cegah Spekulan Tanah, Investor Diharuskan Hitung Sendiri Trase

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:10:31 WIB
Menteri Perhubungan merahasiakan trase MRT Tangsel untuk mencegah spekulasi harga tanah.

TANGERANG SELATAN — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memilih merahasiakan trase Mass Rapid Transit (MRT) menuju Tangerang Selatan (Tangsel) guna mengantisipasi aksi calo tanah yang bisa membengkakkan biaya investasi. Keputusan ini diumumkan pada Sabtu (27/6/2026) sebagai respons atas spekulasi publik mengenai jalur yang disebut-sebut melintasi Pondok Cabe dan Pondok Aren.

"Itu biasanya kita enggak akan buka, karena apa? Nanti calo tanahnya beredar di mana-mana, kasihan juga kan mereka (investor)," ujar Dudy.

Investor Diharuskan Hitung Sendiri Rute MRT Tangsel

Menhub menegaskan bahwa pihak investor memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pola pengembangan jaringan berdasarkan kajian bisnis. Pemerintah tidak akan mengumumkan rute sejak tahap awal perencanaan agar biaya perolehan tanah tidak terdongkrak oleh spekulan.

"Mereka (investor) akan ngitung mau lewat Pondok Cabe kah atau mau lewat Pondok Aren. Karena pasti menimbulkan spekulasi berbeda," kata Dudy.

Ancaman Kenaikan Harga Tanah dari Rp1 Juta Jadi Rp30 Juta

Dudy mengkhawatirkan kebocoran informasi rute MRT dapat memicu kenaikan harga tanah secara drastis. Ia mencontohkan, lahan yang semula bernilai Rp1 juta per hektare bisa melonjak menjadi Rp30 juta per hektare jika spekulan bergerak lebih dulu.

"Nanti tiba-tiba tanah yang tadinya Rp1 juta jadi Rp30 juta gitu. Nah, hitungannya sudah enggak masuk. Akhirnya apa, yang dikorbankan siapa? Masyarakat, yang diuntungkan cuman para makelar-makelar aja," ujar Dudy.

Wali Kota Tangsel: MRT Bukan Sekadar Infrastruktur, Tapi Investasi Masa Depan

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyambut positif progres pembangunan MRT. Menurutnya, proyek ini akan menjadi solusi bagi pergerakan commuter di wilayah penyangga Jakarta.

"Memang bukan suatu hal yang sederhana dalam mewujudkan sebuah trase MRT. Perlu kajian mendalam dan terukur, agar trase yang dibangun memenuhi kaidah pelayanan publik yang berkualitas dan terjangkau hingga perhitungan skema investasi yang tepat," ujar Pilar.

Ia menambahkan, pembangunan MRT merupakan investasi besar yang membutuhkan kajian rencana trase, skema pelayanan publik, dan pola investasi yang berkelanjutan. Tujuan akhir proyek ini disebutkan mencapai kawasan BSD.

Mengapa Kerahasiaan Trase Jadi Kunci?

Pemerintah menilai kenaikan harga tanah akibat spekulasi dapat mengganggu kelayakan investasi proyek. Dudy menegaskan, jika biaya investasi membengkak, dampaknya akan dirasakan masyarakat karena pengembangan proyek menjadi lebih mahal dari perencanaan awal.

"Biasanya mereka enggak akan buka itu. Karena takutnya itu akan berpengaruh ke biaya investasinya mereka," kata Dudy.

Menhub memastikan pemerintah lebih mengutamakan perluasan jangkauan layanan transportasi massal serta peningkatan konektivitas. "Tujuan akhir (MRT Tangsel) kan BSD. Ya terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya sih yang penting jangkauannya sudah semakin jauh gitu, dan konektivitasnya lebih bagus," pungkasnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top