BANTEN — Gagalnya eksekusi penalti Shawal Anuar pada menit ke-35 menjadi titik balik yang gagal dimanfaatkan Singapura. Alih-alih memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2, tendangan striker Lion City Sailors itu justru dapat ditebak kiper Thailand, Kampol Pathomakkakul. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum setelah dua gol Teerasak Poeiphimai membawa Tim Gajah Perang unggul cepat.
Thailand akhirnya menutup laga dengan kemenangan 3-1. Hasil ini membuat Singapura wajib menang minimal dua gol di leg kedua jika ingin membalikkan keadaan dan melaju ke final.
Déjà Vu di Stadion yang Sama untuk Singapura
Kegagalan Shawal Anuar membawa ingatan kolektif publik sepak bola Singapura kembali ke Desember 2021. Saat itu, di stadion yang sama, Piala AFF 2020 mempertemukan Singapura dengan Indonesia di leg kedua semifinal. Skor 2-2 di menit ke-87, wasit menunjuk titik putih untuk tuan rumah setelah Pratama Arhan dianggap melanggar Ikhsan Fandi.
Faris Ramli yang maju sebagai algojo gagal total. Nadeo Argawinata tampil heroik dengan menepis bola, memastikan Singapura kalah 2-4 pada laga itu dan tersingkir dengan agregat 3-5. Momen ikonik terjadi ketika kapten Indonesia, Asnawi Mangkualam, berlari menghampiri Faris dan membungkuk sambil mengucapkan terima kasih atas kegagalan penalti tersebut.
Dampak pada Laga Kedua di Bangkok
Kekalahan ini menempatkan Singapura di posisi sulit. Mereka harus menang dengan selisih dua gol di kandang Thailand untuk memaksa agregat imbang, atau menang 2-0 untuk langsung lolos. Jika Thailand mencetak gol, beban Singapura akan semakin berat.
Gavin Lee, pelatih Singapura, menghadapi dilema besar di leg kedua. Ia harus memilih antara bermain menyerang penuh risiko atau mencoba mengatur ritme untuk mencuri gol cepat. Sementara itu, Thailand hanya butuh hasil imbang untuk mengamankan tiket final.
Leg kedua dijadwalkan berlangsung di Bangkok pada pekan depan. Tekanan psikologis kini menghampiri skuad The Lions, terutama bagi para eksekutor penalti mereka yang kembali menjadi sorotan di panggung yang sama.