BANTEN — Persaingan di segmen ponsel premium tak lagi hanya soal lipat-melipat. Samsung dilaporkan sedang mempercepat pengembangan perangkat dengan mekanisme layar gulung (rollable) yang bisa melebar secara instan. Informasi ini pertama kali diungkap media Korea Selatan Maeil Business dan dikutip oleh Gizmochina pada Senin (29/6/2026).
Perangkat tersebut diberi nama sementara Galaxy Z Slide. Samsung Display dikabarkan menjadi pihak yang mengembangkan panel layar fleksibel untuk perangkat komersial pertama ini. Jadwal peluncurannya ditargetkan pada paruh pertama 2028, kemungkinan bersamaan dengan lini flagship Galaxy S28 atau sebagai seri tersendiri dalam keluarga Z.
Berdasarkan laporan yang beredar, Galaxy Z Slide akan memiliki layar yang dapat mengembang hingga 10 inci. Beberapa detail teknis awal menyebutkan rasio aspek 16:9 dengan kerapatan piksel sekitar 440 ppi. Angka ini membuatnya setara dengan tablet pada umumnya, namun tetap bisa dilipat atau digulung ke dalam bodi saku.
Rumor juga menyebut Samsung telah menyiapkan model penerus yang kemungkinan diperkenalkan sekitar tahun 2030. Ini menandakan bahwa proyek layar gulung bukan sekadar eksperimen, melainkan bagian dari peta jalan jangka panjang perusahaan.
Langkah ini dinilai sebagai strategi Samsung untuk mempertahankan posisinya di puncak pasar perangkat premium. Meski masih memimpin segmen ponsel lipat, dominasi tersebut mulai tergerus. Data Omdia mencatat pangsa pasar panel layar lipat Samsung turun dari 41,8 persen pada kuartal IV 2025 menjadi 27 persen pada kuartal I 2026.
Tekanan kompetitor seperti Huawei dan Honor yang gencar meluncurkan ponsel lipat tipis membuat Samsung perlu menghadirkan inovasi yang lebih sulit ditiru. Teknologi layar gulung, dengan kompleksitas mekanisnya, bisa menjadi pembeda yang tidak dimiliki kompetitor secara komersial.
Berbeda dengan layar lipat yang hanya punya satu sumbu tekuk, layar gulung memiliki mekanisme yang jauh lebih rumit. Samsung harus memastikan panel bisa digulung dan dibentangkan ribuan kali tanpa menimbulkan kerutan, gelombang, atau degradasi kualitas tampilan.
Komponen seperti mekanisme rol, lapisan fleksibel, dan struktur penyangga harus dirancang dengan presisi tinggi. Perangkat juga harus tetap tipis, ringan, dan tahan lama untuk pemakaian harian. Ini adalah tantangan rekayasa yang belum sepenuhnya terpecahkan oleh produsen lain yang sempat memamerkan konsep serupa.
Jika Galaxy Z Slide benar-benar meluncur pada 2028, Samsung akan menjadi yang pertama membawa teknologi layar gulung ke pasar massal. Namun, masih perlu waktu untuk melihat apakah perangkat ini bisa memenuhi ekspektasi pengguna yang sudah terbiasa dengan durabilitas ponsel lipat generasi saat ini.