SMK Negeri 1 Cikande Serang Gelar MPLS Ramah untuk 432 Siswa Baru, Tekankan Anti-Perundungan dan Literasi Digital

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 23:03:31 WIB
siswa baru SMK Negeri 1 Cikande Serang mengikuti MPLS Ramah yang menekankan anti-perundungan dan literasi digital.

SERANG — SMK Negeri 1 Cikande memulai tahun ajaran baru dengan pendekatan berbeda. Alih-alih mengedepankan perpeloncoan, sekolah di Kabupaten Serang ini mengusung MPLS Ramah yang menitikberatkan pada keamanan dan kenyamanan psikologis siswa baru.

Empat Pilar Materi: Dari 7 Kebiasaan Anak Hebat hingga Bahaya Judi Online

Kepala SMKN 1 Cikande Jaenudin, S.Pd, M.Pd, mengatakan MPLS bukan sekadar tur sekolah, melainkan langkah awal membangun karakter. "Tujuan MPLS Ramah adalah menumbuhkan dan memperkuat karakter murid sejak hari pertama masuk sekolah, mengenalkan lingkungan belajar, serta menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ujarnya.

Selama pelaksanaan, sekolah menyiapkan empat materi utama. Pertama, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kedua, Program Pagi Ceria. Ketiga, edukasi sopan santun bermedia sosial. Keempat, pembiasaan budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Tak hanya itu, siswa baru juga mendapat edukasi mengenai bahaya judi online, pinjaman online (pinjol), penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta kampanye pencegahan perundungan. "Kami pastikan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi memiliki karakter tangguh dan bijak menghadapi tantangan zaman, terutama di dunia digital," tegas Jaenudin.

Mengapa Sekolah Menerapkan 'Buddy System'?

Untuk membantu proses adaptasi, SMKN 1 Cikande menerapkan sistem teman pendamping (buddy system). Setiap siswa baru didampingi oleh kakak kelas yang sudah terlatih, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membantu navigasi lingkungan sekolah.

Ketua panitia MPLS SMK Negeri 1 Cikande, Iin Marlina, SE, S.Pd, Gr, menambahkan bahwa kegiatan juga diisi dengan permainan pemecah kebekuan, jelajah lingkungan sekolah secara interaktif, dan pengenalan ekstrakurikuler. Pendampingan aktif dari wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK) juga dilakukan secara intensif.

Larangan Tegas: Tidak Ada Perpeloncoan atau Atribut Tak Mendidik

Pihak sekolah menegaskan seluruh rangkaian MPLS berada di bawah tanggung jawab guru dan tenaga pendidik. Pengurus OSIS hanya membantu aspek teknis dengan pendampingan penuh dari guru. "Tidak ada ruang bagi perlakuan yang merendahkan martabat siswa. Semuanya diatur dan diawasi langsung oleh guru," kata Jaenudin.

Hal ini sekaligus menjawab kekhawatiran orang tua yang kerap waswas dengan praktik perpeloncoan di sekolah. SMKN 1 Cikande memastikan tidak ada pemberian tugas yang memberatkan maupun penggunaan atribut yang tidak mendidik.

Motivasi Kerja: Target Lulusan Siap ke Jepang

Wakasek Humas dan Hubin SMKN 1 Cikande, Riyo Paryadi, S.Pd, M.M, memberikan pemaparan khusus tentang Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di hadapan siswa baru. Ia menekankan bahwa SMK didesain untuk mencetak lulusan yang siap bekerja dan berwirausaha.

Riyo mengungkapkan, SMKN 1 Cikande telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di wilayah Serang Timur, Kawasan Modern, dan PT Indah Kiat Pulp Paper (IKPP) Kragilan. "Untuk di luar negeri, siswa yang lulus sudah ada yang kerja ke Jepang, baik program dari kementerian maupun dari swasta," ujarnya, memotivasi para siswa baru.

Menutup hari pertama, pihak sekolah berpesan kepada 432 siswa baru agar tidak takut belajar. "Selamat datang di rumah kedua kalian. Jangan takut berbuat salah dalam belajar, karena kesalahan adalah bagian dari proses. Teruslah berkembang, saling menghargai teman, jauhi segala bentuk perundungan, dan manfaatkan fasilitas yang ada untuk meraih cita-cita kalian," pesan Jaenudin.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: haluanbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top