SERANG — Ketua Satgas Serang Mengaji, KH Enting Abdul Karim, mengungkapkan bahwa kemampuan dasar siswa baru menjadi modal utama percepatan program. Ia menyampaikan target tersebut kepada Dinas Pendidikan Kota Serang setelah mendapati peningkatan signifikan pada literasi Al-Qur’an siswa angkatan 2026 ini.
“Target tiga bulan itu kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan karena ternyata tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini rata-rata siswa kelas VII sudah mengenal huruf Al-Qur’an. Itu yang membuat kami bangga,” ujarnya, Rabu (15/6/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Satgas mengandalkan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, sekitar 2.310 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan relawan Serang Mengaji. Relawan akan diterjunkan langsung ke sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
“Relawan akan door to door ke sekolah-sekolah dalam rangka pengentasan buta aksara Al-Qur’an,” kata KH Enting.
Ia mencontohkan di SMP Negeri 9 Kota Serang yang memiliki 362 siswa baru. Dengan lima guru PAI yang ada, Satgas menurunkan satu hingga dua relawan untuk membantu proses belajar mengajar agar lebih optimal.
KH Enting menjelaskan, pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan siswa. Bagi yang sudah lancar, kegiatan tadarus dilakukan selama 15 hingga 20 menit sebelum pelajaran dimulai. Sementara siswa yang belum mampu membaca akan mendapat bimbingan khusus dengan metode Iqra atau pendekatan lain yang disesuaikan oleh guru atau ustaz masing-masing.
“Metodenya kami serahkan kepada guru atau ustaz, bisa menggunakan Iqra atau metode lainnya. Yang terpenting target pengentasan buta aksara Al-Qur’an bisa tercapai,” jelasnya.
Program ini tidak hanya mendapat perhatian di Kota Serang. Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan melakukan kunjungan untuk mempelajari program Serang Mengaji setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
“Gubernur Bengkulu melalui protokol berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Serang karena ingin melihat langsung bagaimana program Serang Mengaji berjalan. Mereka ingin menginisiasi program serupa di Bengkulu,” ungkap KH Enting.
Satgas juga akan memperluas sasaran program ke aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Serang. Wali Kota Serang Budi Rustandi telah memasukkan Ketua DKM Masjid Madani, KH Mukhtar Saleh, ke dalam struktur kepengurusan Satgas untuk memperkuat program ini.
Menurut KH Enting, pembinaan ASN bukan karena seluruhnya buta aksara, melainkan untuk membangun budaya membaca Al-Qur’an sebelum memulai aktivitas kerja.
“Bukan berarti ASN belum bisa mengaji. Banyak yang sudah lancar, tetapi ada juga yang masih perlu belajar. Keinginan Pak Wali adalah membiasakan ASN datang ke masjid, membaca Al-Qur’an dua atau tiga ayat, salat duha, kemudian baru masuk ke ruang kerja. Itu yang ingin dibangun sebagai budaya,” pungkasnya.