JAKARTA — Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal yang menghantam Kota Jizan, wilayah selatan Arab Saudi. Dalam pernyataan resmi melalui media Ansarollah, mereka menyebut rudal yang ditembakkan memicu kebakaran di kawasan tersebut. Otoritas Arab Saudi belum mengonfirmasi klaim itu, termasuk kemungkinan korban atau kerusakan.
Serangan tersebut, menurut Houthi, merupakan respons atas apa yang mereka sebut “eskalasi berbahaya” oleh Arab Saudi. “Operasi militer Riyadh terhadap wilayah yang kami kuasai tidak akan dibiarkan tanpa respons,” kata juru bicara militer Houthi dalam pernyataan yang dikutip media setempat. Sebelumnya, pada Jumat (24/7), koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke sejumlah sasaran militer Houthi di Provinsi Hodeidah, termasuk fasilitas yang diduga digunakan untuk mengancam jalur pelayaran komersial di Laut Merah.
Operasi koalisi itu dipicu oleh langkah Houthi yang mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mengklaim telah menyerang kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Dalam beberapa hari terakhir, Houthi juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi. Salah satu kapal dikonfirmasi mengalami kerusakan. Insiden ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran internasional yang menjadi urat nadi perdagangan global.
Eskalasi konflik Yaman yang kembali memanas dinilai berpotensi mengganggu arus perdagangan melalui Laut Merah. Dampaknya bisa mendorong kenaikan biaya pengiriman dan premi asuransi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut. Komunitas internasional pun waspada terhadap meluasnya ketegangan di Timur Tengah, yang dapat memengaruhi pasokan energi global. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait dampak langsung terhadap warga negara Indonesia di kawasan tersebut.