KOTA TANGERANG — Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan memaparkan berbagai terobosan pelayanan perizinan di hadapan tim penilai Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Presentasi ini menjadi bagian dari proses penilaian yang menempatkan Kota Tangerang sebagai salah satu dari enam besar nomine daerah dengan kinerja PTSP terbaik secara nasional.
Dalam paparannya, Maryono membeberkan tiga inovasi utama yang diyakini menjadi pembeda. Pertama, layanan PBG untuk rumah tinggal yang bisa selesai dalam 10 jam. Kedua, program Sambut NIB yang ditujukan bagi pelaku UMKM. Ketiga, peluncuran Peta Potensi dan Peluang Investasi yang dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi peluang bisnis di kota tersebut.
“Berbagai inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan perizinan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Maryono dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Sejumlah inovasi itu tidak sekadar jargon. Maryono mengungkapkan, realisasi investasi Kota Tangerang pada periode 2024–2025 mengalami peningkatan signifikan hingga 55,20 persen. Angka ini menjadi bukti bahwa kemudahan perizinan berdampak langsung pada iklim usaha di daerah.
Sepanjang 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang telah memverifikasi 5.935 izin berusaha. Jumlah ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam memberikan kepastian layanan kepada para pelaku usaha yang tengah mengembangkan bisnisnya.
Pemkot Tangerang juga tidak berhenti pada inovasi digital. Mereka terus memperkuat pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan menghadirkan layanan yang lebih mudah, nyaman, dan terintegrasi bagi masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh kebutuhan administrasi warga dapat diakses dalam satu atap.
Dengan masuknya Kota Tangerang ke jajaran enam besar nomine, publik kini menunggu hasil akhir penilaian yang akan diumumkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Jika terpilih, penghargaan ini akan menjadi pengakuan nasional atas konsistensi pemerintah kota dalam mereformasi birokrasi perizinan.