Pencarian

Tembok Cagar Budaya Eks Stasiun Banjarnegara Dibongkar KAI, Kini Dipulihkan

Rabu, 23 September 2026 • 18:20:31 WIB
Tembok Cagar Budaya Eks Stasiun Banjarnegara Dibongkar KAI, Kini Dipulihkan
Tembok cagar budaya eks Stasiun Banjarnegara yang dibongkar PT KAI pada 15 September 2026.

BANTEN — Tembok bangunan cagar budaya eks Stasiun Banjarnegara di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dibongkar PT KAI pada 15 September 2026 untuk membuat akses pintu. Bangunan utama eks stasiun itu ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkab Banjarnegara pada 2024, dan kini PT KAI sepakat mengembalikannya ke kondisi semula.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Kuat Herry Isnanto, membenarkan pembongkaran tersebut. Menurutnya, PT KAI tidak mengetahui status bangunan itu sebagai cagar budaya karena pelang atau penanda di lokasi belum terpasang.

"Awal mulanya sebenarnya kurang ada prosedur saja dari PT KAI. Karena mereka tidak tahu bahwa ada cagar budaya di situ. Karena kita juga belum ada pelangnya juga di situ," ujar Kuat.

Bagian Mana yang Dibongkar

Pembongkaran menyasar pintu utama, bagian dalam yang sebelumnya ditambahi sekat tembok, serta bangunan tambahan di bagian belakang. Kuat menyebut tembok belakang yang dibuka sebenarnya hanya untuk membuat akses pintu.

"Kalau sudah dibongkar itu tembok bagian belakang cuma untuk pintu, nah itu ditutup kembali," jelasnya.

Ia menambahkan bagian pintu yang tampak rusak sebenarnya mengalami kerusakan pada kusen, lalu diperkuat kembali oleh PT KAI.

Kronologi dan Sosialisasi Status Cagar Budaya

Pembongkaran berlangsung pada 15 September 2026 dan pertama kali diungkap akun Instagram Banjoemas History & Heritage Community (BHHC). Kuat mengaku baru menerima informasi soal pembongkaran itu pada Jumat pekan berikutnya.

"Saya dapat informasi soal pembongkaran itu hari Jumat kemarin. Nah dibongkarnya hari apa itu saya kurang begitu tahu," ujarnya.

Setelah status cagar budaya ditetapkan pada 2024, Pemkab Banjarnegara melakukan sosialisasi bertahap dan berkirim surat kepada PT KAI. Tim dinas juga sudah dua kali melakukan survei ke lokasi.

Kesepakatan Pemulihan Bangunan

Dari hasil koordinasi, PT KAI sepakat mengembalikan bagian bangunan utama yang sempat dibongkar seperti kondisi semula. BHHC menyebut PT KAI telah mengakui adanya kekeliruan dan berupaya melakukan pemulihan.

"BHHC turut mengawal persoalan ini dengan menyampaikan informasi kepada publik dan mendorong penghentian pembongkaran serta pemulihan bangunan," tulis akun @banjoemas_history.

Pemkab Banjarnegara memastikan kondisi bangunan cagar budaya kini tidak lagi menjadi persoalan.

Rencana Pemanfaatan oleh KAI

PT Kereta Api Indonesia Daop 5 Purwokerto memastikan bangunan eks Stasiun Banjarnegara tidak akan dibongkar. Bangunan bersejarah itu akan direnovasi dan dimanfaatkan sebagai kantor pengelolaan aset KAI.

Pembangunan baru di bagian belakang akan dilakukan di luar area cagar budaya dan tidak menempel pada bangunan utama. Kuat menyebut pekerjaan yang lebih besar berada di area belakang, salah satunya untuk kamar mandi.

"Kalau yang belakang bangunan baru itu nanti keluar dari cagar budaya tersebut, di samping tidak menempel ke bangunan," katanya.

Jejak Sejarah Stasiun Banjarnegara

Bangunan utama eks Stasiun Banjarnegara dahulu dipakai sebagai pintu masuk penumpang, kantor, dan area peron. Status cagar budaya melekat pada bangunan utama tersebut, sementara bagian lain berada di luar cakupan pelestarian.

Penanganan bangunan dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai sejarah dan budaya. Proses pengembalian dan pemanfaatan eks stasiun perlu terus dikawal agar sesuai kaidah pelestarian dan tidak menghilangkan nilai sejarahnya.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks