Menkeu Purbaya Buka Suara Soal Pajak EV Jakarta dan Nasib Leasing di GIIAS 2026

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:42:31 WIB
Menteri Keuangan menyampaikan keynote speech pada GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) di sela-sela GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

BANTEN — Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan saat menjadi keynote speaker di GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) pada Selasa (4/8), lalu dilanjutkan dengan pertemuan tertutup bersama jajaran pengurus GAIKINDO di sela-sela GIIAS 2026. Ketua Harian GAIKINDO, Anton Kumontoy, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat memberi sinyal kuat untuk menjaga keberlanjutan industri lewat instrumen fiskal yang adaptif.

Pajak Daerah untuk EV Tidak Boleh Kontraproduktif

Isu paling hangat yang dibahas adalah wacana penerapan pajak kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Provinsi DKI Jakarta. Pemerintah pusat menegaskan bahwa kebijakan perpajakan di tingkat daerah harus selaras dengan target nasional dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.

“Pak Menteri Keuangan memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang saat ini dihadapi industri otomotif, khususnya yang berkaitan dengan kewenangan Kementerian Keuangan,” ujar Anton dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Kekhawatiran utama pelaku industri adalah jika pemda menarik pajak terlalu tinggi, harga kendaraan listrik bisa semakin tidak kompetitif di tengah tren penurunan insentif. Padahal, ekosistem EV di Indonesia tengah berada di fase krusial untuk mengejar volume penjualan.

Kredit Macet Leasing Jadi Perhatian Serius Menkeu

Selain soal insentif fiskal, pertemuan tersebut juga menyoroti maraknya kasus kredit bermasalah yang berujung pada hilangnya kendaraan. Kondisi ini dinilai telah memicu perusahaan multifinance untuk menaikkan uang muka dan memperketat penyaluran kredit, yang pada akhirnya menggerus daya beli masyarakat.

Menanggapi hal ini, Kementerian Keuangan tengah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan fiskal bagi industri pembiayaan. Langkah ini diambil agar ekosistem leasing tetap sehat dan mampu menopang penjualan kendaraan roda dua maupun roda empat di pasar domestik.

Menkeu Keliling ICE BSD Lebih dari Dua Jam

Usai sesi konferensi, Menteri Keuangan menyempatkan diri berkeliling area pameran GIIAS 2026 selama lebih dari dua jam. Ia meninjau berbagai booth peserta dan mencoba sejumlah kendaraan yang dipamerkan di ICE BSD City. Kehadiran pejabat negara di area pameran dinilai sebagai sinyal positif bagi industri.

“GAIKINDO sangat bersyukur atas kehadiran para pejabat negara dan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan GIIAS tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia mendapat perhatian serius dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” kata Anton.

GIIAS 2026 Berlanjut ke Lima Kota, Bali Jadi Kota Baru

Setelah sukses digelar di BSD City sejak 30 Juli hingga 9 Agustus 2026, rangkaian GIIAS The Series akan berlanjut ke sejumlah kota besar. GIIAS Surabaya dijadwalkan pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, disusul GIIAS Bandung pada 9–13 September 2026.

GIIAS Semarang akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, sementara GIIAS Makassar menjadi penutup pada 28 Oktober–1 November 2026. Untuk pertama kalinya, GAIKINDO juga menambahkan GIIAS Bali yang dijadwalkan pada 27–31 Januari 2027 sebagai kota baru dalam kalender pameran tahunan mereka.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: industry.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top