TANGERANG — Sebanyak 45 anggota Paskibraka Kota Tangerang resmi diberangkatkan dalam program wisata juang ke tiga lokasi bersejarah. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan rombongan akan mengunjungi Makam Bung Karno di Blitar, Akademi Militer di Magelang, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta.
Wali Kota Tangerang Sachrudin melepas langsung keberangkatan para pelajar tersebut. Ia menyebut momen ini menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda setelah mereka menuntaskan tugas kenegaraan dengan baik.
Wisata juang ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Tangerang atas dedikasi para anggota Paskibraka selama menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Wawan Fauzi menyampaikan terima kasih sekaligus kebanggaan atas kinerja mereka.
"Ini akan menjadi momen berharga karena anggota Paskibraka diajak mengunjungi langsung sejumlah lokasi yang mempunyai keterkaitan erat dengan perjalanan perjuangan dari para tokoh bangsa," ujar Wawan di Tangerang, Kamis.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah momentum untuk terus menumbuhkan karakter, disiplin, tanggung jawab, dan semangat mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Ia berharap pengalaman selama pelatihan dan wisata juang menjadi bekal berharga bagi para pelajar.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menambahkan, pembentukan karakter dan fisik para anggota Paskibraka yang dilatih selama beberapa bulan terbukti membuahkan hasil luar biasa. Hal ini terlihat dari kelancaran seluruh prosesi upacara HUT Kemerdekaan.
Pemkot Tangerang berharap para anggota Paskibraka dapat membawa pengalaman berharga dari wisata juang ini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai perjuangan yang mereka serap langsung dari lokasi bersejarah diharapkan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya.
"Kami berharap mereka semua membawa pengalaman yang bisa diterapkan sebagai teladan bagi generasi muda di Kota Tangerang," tambah Wawan Fauzi.
Sementara itu, Maryono berpesan agar disiplin yang telah tertanam selama masa pelatihan terus diimplementasikan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal masing-masing.