TANGERANG — Inovasi kuliner kembali hadir di kawasan BSD City. Hotel Santika Premiere ICE-BSD City resmi memperkenalkan Gulai Salmon, menu spesial yang menggabungkan kekayaan rempah Nusantara dengan bahan premium khas Barat.
Hidangan ini lahir dari tangan Executive Chef Kurnady yang ingin menghadirkan pengalaman bersantap berbeda bagi para tamu. Kuah gulai yang kaya rempah dipadukan dengan salmon bertekstur lembut, menciptakan sensasi gurih dan aromatik dalam setiap suapan.
Gulai Salmon disajikan bersama nasi putih hangat dan sambal bongkot. Kehadiran sambal tersebut memberikan sentuhan rasa segar yang memperkaya cita rasa hidangan secara keseluruhan.
Menurut Chef Kurnady, menu ini terinspirasi dari keinginan untuk mengeksplorasi kreativitas dalam mengolah bahan. "Terinspirasi dari menggabungkan bahan atau bumbu dari dua budaya kuliner yang berbeda, western food dan traditional food atau fusion food, diharapkan dapat memberikan pengalaman bersantap yang berkesan dan unik," ujarnya.
Gulai Salmon dibanderol dengan harga Rp175.000 nett per porsi. Menu ini dapat dinikmati dalam berbagai kesempatan, mulai dari makan bersama keluarga, santap siang dengan rekan kerja, hingga bersantai di akhir pekan.
Menu spesial ini hanya tersedia selama periode Agustus hingga Oktober 2026. Para tamu yang ingin mencicipi kreasi fusion ini dapat mengunjungi restoran Hotel Santika Premiere ICE-BSD City.
Selain Gulai Salmon, hotel juga menyediakan Greentea Matcha Latte untuk melengkapi pengalaman bersantap. Minuman ini dibuat menggunakan ceremonial-grade matcha yang dipadukan dengan susu creamy dan es, menghasilkan tekstur lembut dengan cita rasa menyegarkan.
Greentea Matcha Latte ditawarkan dengan harga Rp65.000 nett per gelas. Perpaduan dua menu ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan dengan sentuhan tradisional dan modern dalam suasana hotel.
Kehadiran Gulai Salmon dan Greentea Matcha Latte menjadi bukti bahwa kuliner Nusantara terus berkembang mengikuti selera masyarakat yang semakin beragam tanpa meninggalkan akar budaya aslinya.