SERANG — Rembuk tani dan sosialisasi pemupukan berimbang digelar di Gapoktan Seri Maju, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Acara ini dihadiri perwakilan PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Tanara, serta para petani di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia yang akrab disapa Paisal menyampaikan arahan terkait mekanisme penggunaan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan pertanian. Ia juga mengungkapkan bahwa pada rencana tahun 2026 mendatang, akan ada mekanisme pemupukan yang menyasar sektor perikanan tambak.
Mas'ud, S.P., dari BPP Pertanian Kecamatan Tanara, memberikan arahan teknis kepada kelompok tani dan petani di wilayah Gapoktan Seri Maju. Fokus utama arahan tersebut adalah penggunaan pupuk untuk lahan pertanian, khususnya pupuk subsidi jenis urea, ponska, dan petroganik.
Para petani diingatkan untuk memahami mekanisme penggunaan yang tepat agar hasil pertanian optimal. Sosialisasi ini menjadi penting mengingat pupuk subsidi memiliki aturan dan kebutuhan yang berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman.
Ketua Gapoktan Seri Maju, H. Junaedi, menekankan pentingnya penggunaan pupuk yang telah disubsidi pemerintah. Ia secara khusus menyoroti penggunaan petroganik yang dinilai sangat baik untuk mengurangi keasaman tanah atau menjaga pH tanah.
Menurutnya, petroganik sebaiknya digunakan sebelum masa tanam. Mekanisme pemupukan yang standar dengan penggunaan petroganik disebutnya mampu membuat tanaman padi tumbuh subur, asalkan dosis dan cara penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan rembuk tani ini berlangsung kondusif dan materi yang disampaikan dapat dipahami oleh kelompok tani serta petani yang hadir di Gapoktan Seri Maju. (Edi Helani)