TANGERANG SELATAN — Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diumumkan Pertamina Patra Niaga pada Senin (31/8/2026) langsung dirasakan warga yang beraktivitas sejak pagi. Tiga produk mengalami penyesuaian, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan paling tajam terjadi pada Pertamina Dex yang melonjak Rp4.050 per liter.
Untuk wilayah Jawa, termasuk Tangerang Selatan, Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Adapun Dexlite bertambah Rp4.000 dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Sementara Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter.
Kenaikan ini bukan sekadar soal nominal, melainkan juga cara penyampaiannya. Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga pada malam hari, lalu harga baru langsung berlaku pada pukul 00.00 WIB keesokan harinya.
Ahmad, warga Tangerang Selatan, menyayangkan pola tersebut. Ia menilai konsumen tidak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri karena informasi datang saat sebagian besar orang sudah beristirahat. "Info kenaikan BBM selalu di waktu masyarakat saat istirahat di malam. Bangun pagi langsung kaget. Pola informasi ini membuat pengguna tidak bisa berbuat apa-apa. Info BBM naik kaya tahu bulat dadakan," ujarnya.
Keluhan ini relevan bagi pengguna kendaraan diesel yang mengandalkan Dexlite atau Pertamina Dex untuk bekerja. Dengan tambahan beban sekitar Rp4.000 per liter, biaya operasional harian otomatis membengkak.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah. Beberapa variabel yang dipertimbangkan adalah harga rata-rata publikasi minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta faktor lainnya.
"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Nonsubsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," kata Kitty dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Di tengah kenaikan tiga produk nonsubsidi, harga BBM bersubsidi tidak berubah. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter. Begitu pula Pertamax 92 yang bertahan di angka Rp15.950 per liter serta Pertamax Green 95 sebesar Rp16.600 per liter untuk wilayah Jawa.
Masyarakat berharap ke depan Pertamina dapat memberikan sosialisasi lebih awal sebelum keputusan harga baru berlaku. Pemberitahuan yang lebih panjang setidaknya memberi waktu bagi konsumen menyesuaikan anggaran atau mencari alternatif bahan bakar.
Persoalan yang diangkat warga bukan semata-mata soal mahalnya harga. Lebih dari itu, transparansi waktu pengumuman dinilai sama pentingnya dengan besaran kenaikan itu sendiri. Saat pengumuman datang di malam hari dan langsung berlaku, konsumen praktis hanya bisa menerima keadaan saat mata terbuka di pagi hari.