BANTEN — Baterai tegangan tinggi menyumbang porsi terbesar dari harga sebuah mobil listrik, sekaligus menentukan jarak tempuh, lama pengisian daya, dan usia pakai kendaraan. Sejumlah kebiasaan pengisian dan pemakaian ternyata bisa memperpendek umur komponen tersebut jauh sebelum waktunya. Berikut lima di antaranya yang perlu dihindari pemilik mobil listrik.
Berbeda dari mobil berbahan bakar bensin yang bertumpu pada mesin, sumber penggerak utama kendaraan listrik ada pada baterai tegangan tinggi. Komponen inilah yang paling mahal sekaligus paling menentukan performa harian mobil. Karena itu, pola perawatan yang salah bisa berujung pada biaya penggantian yang tidak murah.
Wuling merangkum sejumlah faktor dan kebiasaan buruk yang berpotensi merusak baterai mobil listrik. Pemilik kendaraan listrik disarankan mengenali risikonya sejak awal agar bisa melakukan pencegahan yang tepat.
Membiarkan proses pengisian terus berjalan padahal kapasitas baterai sudah penuh berdampak buruk pada struktur sel internal. Panas berlebih yang muncul dari kondisi ini mempercepat penurunan kemampuan sel.
Korsleting atau hubungan arus pendek yang tidak segera diperbaiki memicu aliran arus tak terkontrol. Risiko lain datang dari kebocoran fisik pada sel, entah akibat cacat produksi atau benturan, yang bisa menaikkan suhu secara ekstrem.
Menjemur mobil di area panas dalam waktu lama membuat kapasitas baterai menyusut lebih cepat. Kondisi sebaliknya juga tidak ideal, karena suhu yang terlalu dingin menurunkan efisiensi dan performa daya secara signifikan.
Mengemudi dengan kurang hati-hati menambah risiko benturan pada dek bawah kendaraan. Hantaman keras saat kecelakaan dapat merusak struktur pelindung sel dan memicu kebocoran cairan elektrolit yang mudah terbakar.
Kerusakan pada satu sel yang tidak segera ditangani bisa memicu reaksi eksotermik. Panas berlebih menjalar cepat ke sel-sel lain dan berujung pada kerusakan total baterai.
Memahami risiko dari kebiasaan buruk dan faktor lingkungan di atas menjadi langkah awal bagi pemilik mobil listrik. Perawatan pencegahan yang tepat membantu menjaga performa baterai tetap optimal sekaligus menghindari biaya perbaikan yang besar di kemudian hari.