Kapolresta Tangerang Imbau Warga Tahan Diri Usai Polemik GKPI Mekarsari Rajeg, Ibadah Ditutup Sementara

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 21 September 2026 | 13:02:01 WIB
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan kehadiran aparat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

TANGERANG — Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memastikan kehadiran aparat di lokasi bertujuan menjaga situasi tetap kondusif. Personel dikerahkan untuk mencegah timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," ujar Indra Waspada.

Setelah kondisi terkendali, pengamanan dilanjutkan dengan musyawarah di kediaman salah satu tokoh masyarakat setempat. Pertemuan itu dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam, unsur lingkungan, tokoh agama, serta perwakilan GKPI.

Lokasi Ibadah Ditutup dan Dikunci Selama Mediasi

Seluruh pihak yang hadir dalam musyawarah sepakat tidak mengambil tindakan sepihak. Penyelesaian polemik diserahkan melalui mekanisme mediasi di tingkat Kecamatan Rajeg.

Sebagai langkah pencegahan sementara, lokasi kegiatan ibadah ditutup dan dikunci. Warga juga diimbau tidak berkumpul di sekitar lokasi guna menghindari provokasi maupun gesekan fisik selama proses mediasi berjalan.

Penutupan lokasi ibadah bersifat sementara hingga mediasi antara warga dan jemaat GKPI tuntas. Polresta Tangerang bersama pemerintah daerah akan memantau perkembangan situasi selama proses berlangsung.

Negara Jamin Hak Ibadah, Warga Diminta Tidak Terprovokasi Isu Medsos

Indra Waspada menegaskan bahwa negara menjamin hak setiap warga untuk beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu liar yang beredar di media sosial.

"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan. Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," tegasnya.

Musyawarah berakhir dengan tertib tanpa adanya kerumunan susulan. Polresta Tangerang bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama akan terus memantau perkembangan situasi hingga mediasi selesai.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: faktabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top