BANTEN — Manchester United mencatat kerugian bersih £43 juta untuk tahun fiskal yang berakhir 30 Juni 2026, lebih lebar dari £33 juta setahun sebelumnya. Kerugian ini menjadi yang ketujuh kali berturut-turut, meski pendapatan klub mencapai rekor £677,6 juta atau naik 1,7 persen.
Beban akuisisi pemain dan pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih kepala menjadi pendorong utama membengkaknya defisit. Klub juga menanggung biaya luar biasa £8,2 juta yang terkait dengan kepergian Amorim dan program restrukturisasi.
Kerugian tersebut muncul di tengah langkah drastis yang diambil Sir Jim Ratcliffe, pemegang saham minoritas sekaligus kepala operasi sepak bola klub. Pemotongan jumlah karyawan dan kenaikan harga tiket menjadi beberapa upaya yang ditempuh untuk memulihkan profitabilitas.
Saham United yang tercatat di Bursa New York, yang telah menguat hampir 24 persen sepanjang tahun ini, turun 3 persen pada perdagangan pra-pasar di Amerika Serikat. Klub juara Inggris 20 kali itu telah mengakumulasi kerugian hampir £190 juta sejak fiskal 2024.
Di sisi pendapatan, United membukukan rekor £677,6 juta. Lonjakan performa di akhir musim lalu di bawah arahan Michael Carrick membawa klub finis ketiga di Premier League dan mengamankan tiket Liga Champions.
Hasil itu membuat United memproyeksikan pendapatan rekor antara £740 juta hingga £760 juta untuk fiskal 2027. Proyeksi ini disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan tahunan klub.
“Kami akan terus mengambil pendekatan disiplin untuk memastikan keuangan kami tetap berkelanjutan,” ujar CEO Omar Berrada dalam sebuah pernyataan.
Beban gaji klub tercatat £302 juta, turun £11,3 juta atau 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini dikaitkan dengan perubahan komposisi skuad tim utama putra dan program pengurangan jumlah karyawan yang dijalankan selama dua tahun terakhir.
United juga menghemat sebagian biaya dari kepergian Amorim pada Januari. Kepergian pelatih asal Portugal itu dan stafnya awalnya dicatat sebagai item luar biasa senilai £16,7 juta dalam laporan kuartal ketiga yang dipublikasikan Mei.
Angka itu dipahami sebagai eksposur maksimum yang dihadapi klub dari kepergian Amorim. Jumlah tersebut berkurang signifikan karena Amorim telah mengambil pekerjaan di Milan.
Kalangan internal United memandang kerugian ini sebagai bukti perlunya kerja keras berkelanjutan dalam disiplin finansial.