KOTA TANGERANG — Audri Nusaputri, HRD PT Semar Tungga Dewa yang beroperasi di kawasan Alam Sutra, menyebut pendampingan pemerintah selama ini sudah berjalan baik dan membantu kegiatan usaha perusahaan. Penilaian itu ia sampaikan usai mengikuti rangkaian pembinaan yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang.
Menurut Audri, proses perizinan di Kota Tangerang secara umum sudah cukup mudah diakses pelaku usaha. Meski demikian, ia mendorong pemerintah kota memperkuat informasi dan pendampingan ketika pelaku usaha menghadapi kendala di tengah proses perizinan.
Salah satu program yang diapresiasi pelaku usaha adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang rutin diselenggarakan DPMPTSP Kota Tangerang. Audri menilai kegiatan itu membuat perusahaannya lebih memahami regulasi dan informasi terbaru yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
"Sangat membantu, karena kami jadi lebih memahami peraturan dan informasi terbaru yang berkaitan dengan usaha kami," katanya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pendampingan pemerintah ke depan terus ditingkatkan, seiring kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang.
"Sejauh ini pendampingan dari pemerintah sudah cukup baik dan membantu dalam menjalankan kegiatan usaha. Harapannya ke depan bisa terus ditingkatkan," ujar Audri.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan Bimtek yang rutin digelar bukan sekadar meningkatkan pemahaman pelaku usaha soal kewajiban pelaporan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membina pelaku usaha agar mampu menjalankan sekaligus mengembangkan bisnisnya.
Menurut Sachrudin, pemerintah daerah perlu hadir melalui pembinaan dan pendampingan agar dunia usaha di Kota Tangerang dapat terus tumbuh.
"Kita ingin pengusaha di Kota Tangerang terus maju dan berkembang. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui pembinaan dan pendampingan," kata Sachrudin.
Ia menekankan agar tidak ada pelaku usaha yang merasa dipersulit ketika mengakses layanan pemerintah. Sachrudin mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk menjemput dan menelusuri langsung persoalan yang dihadapi warga maupun pengusaha.
"Saya sudah instruksikan, jangan sampai ada masyarakat yang merasa dipersulit. Kalau ada kesulitan, kita harus jemput dan cari tahu persoalannya," ujarnya.
Kota Tangerang yang dikenal sebagai Kota Seribu Industri menjadi rumah bagi banyak perusahaan manufaktur dan jasa. Kemudahan perizinan dan pendampingan berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing daerah dalam menarik investasi baru.
DPMPTSP Kota Tangerang menjadikan Bimtek LKPM sebagai agenda rutin untuk memastikan pelaku usaha memahami kewajiban pelaporan penanaman modal. Lewat forum itu, pemerintah kota sekaligus menampung keluhan dan masukan langsung dari dunia usaha.