Bank Indonesia dan Pemprov Banten Gelar Karya Kreatif Banten 2026, 64 Juta UMKM Didorong Masuk Rantai Pasok Industri

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01:31 WIB
Pameran produk UMKM digelar dalam rangkaian Karya Kreatif Banten 2026 di Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Ajang tahunan itu menggabungkan pameran produk UMKM, business matching dengan pembeli domestik dan internasional, The Brewtiful Banten Experience, hingga Banten Creative Runway. Rangkaian acara dilengkapi talkshow, edukasi, dan kompetisi kreatif bagi pelaku usaha daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia menyatakan penguatan UMKM dan investasi harus berjalan beriringan. Menurutnya, pertumbuhan investasi di Banten mesti memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal.

"Penguatan ekosistem UMKM dan investasi perlu dilakukan secara terintegrasi. Kami ingin UMKM Banten memiliki akses pasar yang lebih luas, mampu meningkatkan daya saing, dan terhubung dengan rantai pasok industri," ujar Sofwan.

Peran Strategis UMKM bagi Perekonomian

Data Bank Indonesia mencatat jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari total unit usaha. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.

Kendati begitu, sejumlah tantangan masih membayangi. Peningkatan produktivitas, inovasi, digitalisasi, akses pembiayaan, dan perluasan pasar menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar daya saing UMKM kian kuat.

Di Banten, peluang pengembangan UMKM ditopang posisi strategis sebagai wilayah penyangga megapolitan Jakarta. Kawasan industri di wilayah utara serta potensi alam dan budaya di wilayah selatan menjadi modal tambahan yang bisa dioptimalkan.

Gubernur Banten Tekankan Sinergi Hulu-Hilir

Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pengembangan UMKM harus diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan penguatan kemitraan.

"Pengembangan UMKM harus diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, kualitas produk, digitalisasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, dan penguatan kemitraan. Dengan demikian, UMKM Banten bisa naik kelas dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan investasi di daerah," katanya.

Business Matching Jadi Pintu Masuk Rantai Pasok

Melalui business matching, pelaku UMKM diharapkan dapat menjajaki kerja sama dengan calon pembeli, memperluas jejaring usaha, serta membangun kemitraan berkelanjutan. Forum itu juga menjadi ruang bagi pelaku usaha memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk daerah lain.

Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemprov Banten berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan investor dapat mendorong UMKM lokal semakin produktif, inklusif, dan berdaya saing.

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran dan pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi transaksi, kemitraan, serta kerja sama jangka panjang.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top