SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan komitmen tersebut melalui keterangannya di Serang, Sabtu. Menurutnya, Pemkab Serang akan mendukung ketahanan pangan nasional lewat peningkatan produktivitas lahan, pengembangan teknologi pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kelembagaan petani.
Kabupaten Serang tercatat sebagai salah satu dari tiga daerah penghasil beras terbesar di Provinsi Banten. Posisi itu menempatkan petani sebagai tulang punggung utama ketersediaan pangan di masyarakat.
"Tanpa peran petani tidak mungkin kita bisa makan di meja masing-masing. Oleh karena itu, kehadiran saya di sini dalam rangka mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh petani-petani kita yang luar biasa dalam menjaga ketahanan pangan," ujar Zakiyah.
Festival yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 itu mengusung tema "500 Tahun Petani Menjaga Nusantara untuk Serang Bahagia". Ajang ini menjadi momentum mensyukuri hasil bumi melalui kearifan lokal upacara ruwat bumi, sekaligus apresiasi hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Selain pameran hasil pertanian dan adat budaya, kegiatan ini melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan perekonomian lokal. Keterlibatan UMKM menyasar dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar arena festival.
Zakiyah mengajak seluruh elemen masyarakat terus berkolaborasi menjaga ketersediaan pangan sekaligus merawat kelestarian lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Serang. Kolaborasi itu dinilai penting agar produksi pangan daerah tetap berkelanjutan.