Pencarian

Ekosistem Film dan Animasi di Tangerang Kian Tumbuh, Akademisi Ungkap Peran SMK hingga Dukungan Kementerian Ekraf

Sabtu, 16 Mei 2026 • 12:01:07 WIB
Ekosistem Film dan Animasi di Tangerang Kian Tumbuh, Akademisi Ungkap Peran SMK hingga Dukungan Kementerian Ekraf
Ekosistem film dan animasi di Tangerang tumbuh berkat peran SMK dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

TANGERANG — Pertumbuhan industri kreatif di Kota Tangerang tidak hanya berhenti pada sektor fesyen atau konten kreator. Sektor perfilman dan animasi, menurut pengamat akademisi, mulai menunjukkan geliat yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh kesiapan sumber daya manusia dari jenjang pendidikan menengah.

Muhammad Cahya Mulya Daulay, Dekan Fakultas Seni dan Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN), menilai perkembangan ini tidak terlepas dari hadirnya jurusan animasi dan videografi di sejumlah SMK di wilayah Tangerang. Ia menyebut kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan menjadi katalis utama.

"Di Tangerang secara umum meningkat ya, karena sekarang sudah ada SMKN-SMKN yang juga mengajarkan animasi atau videografi. Bahkan dosen-dosen kami juga terlibat untuk mengajar guru maupun siswanya," ujar Cahya dalam keterangan yang diterima, pekan lalu.

Dukungan Pemkot dan Kementerian Ekonomi Kreatif

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengaku terus mendorong ekosistem ini. Kepala Dinas Budpar Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyebut pihaknya rutin menggelar pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif, mulai dari fotografi hingga konten kreator.

"Kami terus mendorong daya saing pariwisata agar terus tumbuh, melalui pelatihan yang dihadirkan sangat relevan dengan peluang pasar yang saat ini sedang berkembang," kata Boyke.

Di sisi lain, pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif di tingkat pusat dinilai memberikan angin segar bagi industri film dan animasi. Cahya menilai dukungan kebijakan dari kementerian baru ini mampu mendorong lahirnya lebih banyak talenta muda di bidang perfilman.

Kolaborasi Alumni dan Tantangan AI

Yang menarik, ekosistem ini tidak hanya berputar di lingkungan kampus. Cahya mengungkapkan, proses pembelajaran produksi film di UMN melibatkan kerja sama dengan para alumni yang telah membuka usaha penyewaan peralatan syuting di Tangerang. Pola ini, menurutnya, menunjukkan rantai industri yang mulai terbentuk secara berkelanjutan.

"Jadi saya bisa bilang ekosistemnya berkembang dan menarik untuk melihat bagaimana film di Tangerang dan sekitarnya terus tumbuh," ucapnya.

Meski optimistis, Cahya juga mengingatkan tantangan baru yang dihadapi para sineas, yakni perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam proses kreatif, selama digunakan secara bijak dan tetap memperhatikan etika.

Soal selera pasar, Cahya menyebut genre horor dan komedi masih menjadi primadona bagi penonton Indonesia, termasuk di Tangerang.

Bagikan
Sumber: lensabanten.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks