JAKARTA — Kolaborasi lintas wilayah antara Pemerintah Provinsi Banten dan DKI Jakarta resmi diperkuat untuk menyelesaikan persoalan perkotaan yang selama ini menjadi keluhan warga di perbatasan. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat yang dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Sachruddin, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno turut mendampingi Pramono.
Embung Besar untuk Kendalikan Banjir dan Sumber Air Baku
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembangunan embung besar hasil kolaborasi tiga pihak: Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Tangerang, dan Pemkot Tangerang. Proyek ini dirancang tidak hanya untuk mengendalikan debit air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber air baku bagi warga Tangerang Raya dan Jakarta.
“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini mencakup penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi kawasan aglomerasi,” ujar Andra Soni dalam keterangan pers setelah pertemuan.
PLTSa di Tangerang Raya: Sampah Jadi Listrik
Pemerintah Pusat telah menetapkan wilayah Banten sebagai lokasi strategis proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di kawasan aglomerasi Tangerang Raya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini menjadi masalah klasik di daerah penyangga Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka lima rute baru JakLingko yang terhubung dengan Tangerang dan Tangerang Selatan. Kebijakan ini bagian dari pengembangan Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
MRT Tembus Tangerang hingga Balaraja
Di sektor transportasi, kedua pihak sepakat mendorong perpanjangan jalur MRT hingga Tangerang dan Balaraja. Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan kemacetan di kawasan metropolitan tidak mungkin diselesaikan secara parsial.
“Kami sepakat menyelesaikan berbagai persoalan bersama, mulai dari kemacetan, banjir, hingga mendorong perpanjangan MRT sampai Balaraja,” kata Pramono.
Lahan 95 Hektare di Legok untuk Pertanian dan Permukiman
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi penguatan kolaborasi ini. Dalam pertemuan, turut dibahas optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Lahan itu direncanakan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan permukiman, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.
Menurut Maesyal, sinergi antardaerah menjadi langkah penting mewujudkan kawasan metropolitan Jabodetabek yang lebih tertata, modern, dan sejahtera. “Wilayah Tangerang Raya sebagai daerah penyangga Jakarta tidak bisa berjalan sendiri,” pungkasnya.