TANGERANG — Tekanan ekonomi global mulai terasa di lini produksi tekstil Banten. Penurunan utilisasi pabrik akibat gempuran produk impor dan melonjaknya biaya produksi menjadi keluhan utama yang mengemuka dalam forum diskusi antara PLN dan para pengusaha di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pekan lalu.
PLN UID Banten merespons situasi ini dengan menggelar "Customer Gathering" bertema "Strengthening Partnership, Accelerating Growth". Acara itu dihadiri perwakilan pemerintah daerah, asosiasi industri, dan pelaku usaha tekstil serta kimia se-Provinsi Banten.
Mengapa Industri Tekstil Butuh Perhatian Khusus?
PLH General Manager PLN UID Banten, Fauzan, menyebut sektor industri sebagai kontributor terbesar konsumsi listrik di Banten. Ia menekankan bahwa industri tekstil adalah sektor strategis bagi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan ekspor nasional.
"Di tengah berbagai tantangan industri, PLN UID Banten akan terus mendukung produktivitas dan keberlanjutan operasional pelanggan melalui layanan kelistrikan yang optimal," ujar Fauzan dalam keterangan resmi yang diterima di Tangerang.
Solusi Apa yang Ditawarkan PLN?
PLN memperkenalkan sejumlah inovasi layanan untuk menekan biaya operasional pabrik. Salah satunya adalah layanan "Integrated Business Solution" (IBS), yang memungkinkan pengelolaan energi lebih terpadu.
Selain itu, PLN juga menawarkan layanan monitoring energi secara real-time dan dukungan transisi menuju industri hijau. Langkah ini diharapkan bisa membantu pabrik menekan pemborosan listrik sekaligus memenuhi standar keberlanjutan global.
Apa Kata Pelaku Industri?
Andre, perwakilan PT Indah Jaya Industri Tangerang, mengapresiasi respons cepat PLN terhadap keluhan para pengusaha. Menurutnya, komunikasi selama ini sudah berjalan baik, namun ia berharap kecepatan penanganan gangguan dan keandalan pasokan bisa terus ditingkatkan.
"Selama ini layanan dan respons yang diberikan PLN terhadap kami para pelaku bisnis sangat baik dan cepat. Ke depan kami berharap PLN bisa terus lebih baik lagi," kata Andre.
Tekanan Impor Jadi Bahasan Utama
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), para pelaku industri membahas tantangan strategis menjelang 2026. Masuknya produk tekstil impor disebut sebagai penyebab utama turunnya utilisasi produksi pabrik lokal.
Belum lagi tekanan biaya operasional dan ketidakpastian ekonomi global yang ikut menggerus margin keuntungan. PLN berharap forum ini bisa menjadi ruang komunikasi kolaboratif untuk mencari solusi bersama.
Bagaimana Nasib Daya Saing Industri Tekstil Banten ke Depan?
PLN UID Banten berkomitmen memperkuat kemitraan dengan pelaku industri. Dengan pasokan listrik yang andal dan efisien, diharapkan produktivitas pabrik bisa terjaga meski tekanan pasar masih tinggi.
"PLN menjadi mitra strategis bagi industri. Kami terus menghadirkan inovasi layanan dan solusi energi yang dapat membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional," pungkas Fauzan.