BANTEN — Pergerakan barang di pelabuhan-pelabuhan kelolaan Pelindo menunjukkan akselerasi signifikan sejak awal tahun. Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengungkapkan, pertumbuhan arus peti kemas internasional menembus 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini, menurut dia, menjadi sinyal bahwa sektor logistik dan perdagangan mulai pulih setelah periode tekanan ekonomi global.
Volume Bongkar Muat Jadi Barometer Ekonomi
Pelindo mengelola sebagian besar pelabuhan utama di Indonesia, termasuk Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Belawan. Lonjakan arus peti kemas internasional di pelabuhan-pelabuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan ekspor-impor mulai menggeliat. Aktivitas bongkar muat yang tinggi biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya produksi industri dalam negeri dan daya beli mitra dagang di luar negeri.
“Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan sinyal positif pada awal 2026. Hal ini tercermin dari meningkatnya pergerakan barang,” ujar Achmad Muchtasyar dalam pernyataan resminya, dikutip Senin (17/2).
Dampak ke Sektor Logistik dan Harga Barang
Pertumbuhan volume peti kemas berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik. Semakin tinggi volume barang yang bergerak, semakin rendah biaya per unit yang harus ditanggung pengusaha. Dalam jangka pendek, hal ini berpotensi menekan harga barang di pasar domestik karena rantai pasok berjalan lebih lancar.
Pelindo sendiri tengah mendorong digitalisasi proses bongkar muat dan pengembangan sistem single window di pelabuhan. Langkah ini untuk mempercepat waktu sandar kapal dan mengurangi antrean, yang selama ini menjadi momok bagi para eksportir dan importir.
Target dan Rencana Sepanjang 2026
Manajemen Pelindo menargetkan pertumbuhan volume peti kemas bisa bertahan di kisaran dua digit sepanjang tahun ini. Selain mengandalkan pemulihan ekonomi global, perseroan juga menggenjot konektivitas pelabuhan dengan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK).
Jika tren ini berlanjut, pendapatan Pelindo dari sektor peti kemas diperkirakan melonjak, sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia. Pertumbuhan ini juga menjadi modal bagi BUMN logistik untuk bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan utama di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia.