CILEGON — Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Cilegon, dr. Fachrial Imam, Sp.PD, menjelaskan bahwa overthinking tidak secara langsung menyebabkan GERD. Namun, tekanan psikis yang ditimbulkannya memicu lonjakan hormon kortisol dan adrenalin yang berpengaruh langsung terhadap fungsi saluran cerna.
"Banyak pasien datang dengan keluhan GERD yang sering kambuh saat sedang mengalami tekanan pekerjaan atau masalah pribadi. Karena itu, penanganan GERD tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga perubahan gaya hidup dan pengelolaan stres yang baik," ujar dr. Fachrial Imam.
Hormon Stres Ganggu Produksi Asam Lambung
Menurut dr. Fachrial, peningkatan hormon stres dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat saluran cerna lebih sensitif terhadap rasa nyeri. Akibatnya, penderita GERD merasakan sensasi dada terbakar, rasa asam di tenggorokan, sering bersendawa, perut kembung, hingga gangguan tidur yang semakin parah saat mengalami tekanan emosional.
Kondisi ini diperparah oleh perubahan pola hidup saat seseorang sedang overthinking. Mereka cenderung makan tidak teratur, kurang tidur, mengonsumsi kopi berlebihan, hingga memilih makanan cepat saji. Kebiasaan-kebiasaan itu menjadi pemicu utama kekambuhan GERD.
Makanan yang Ramah dan Pantangan bagi Lambung
Untuk mengendalikan gejala, dr. Fachrial menganjurkan penderita GERD mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein rendah lemak, sayuran non-asam, dan buah yang tidak terlalu asam. Sebaliknya, makanan pedas, gorengan, cokelat, kopi, minuman bersoda, alkohol, serta buah sangat asam sebaiknya dibatasi karena berpotensi memicu refluks asam lambung.
Aktivitas Sederhana untuk Redakan Overthinking
Pengelolaan stres menjadi bagian penting dalam penanganan GERD. dr. Fachrial menyarankan aktivitas sederhana seperti berjalan santai, latihan pernapasan, olahraga ringan, menulis jurnal, menjaga kualitas tidur, hingga membatasi penggunaan media sosial. Langkah-langkah ini dinilai efektif mengurangi overthinking sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.
Masyarakat diimbau segera berkonsultasi ke dokter apabila gejala GERD terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu, disertai kesulitan menelan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, muntah berulang, atau nyeri dada berat. Sebagai rumah sakit yang mengedepankan pelayanan komprehensif, Eka Hospital Cilegon menyediakan layanan konsultasi Spesialis Penyakit Dalam yang didukung fasilitas diagnostik modern untuk menangani kondisi ini secara menyeluruh.