LEBAK — Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan menegaskan bahwa penggunaan pompa air menjadi solusi utama yang harus segera diterapkan petani. Pasokan air dari irigasi dipastikan akan berkurang drastis dalam beberapa pekan ke depan, sehingga pompa air—termasuk pompa pantek—perlu dioperasikan untuk menyedot air dari sungai, embung, sumber mata air, hingga air bawah tanah.
Ribuan Pompa Air Sudah Disalurkan, Ini yang Harus Dilakukan Petani
Menurut Dodi, pemerintah daerah telah mendistribusikan ribuan unit pompa air ke berbagai kecamatan. Alat-alat itu kini harus difungsikan maksimal agar areal persawahan tetap teraliri. "Kita jangan sampai musim kemarau itu menimbulkan gagal panen," ujarnya di Lebak, Minggu.
Ia menambahkan, pengalaman dari kemarau panjang beberapa tahun lalu membuktikan bahwa produksi pangan tetap bisa berhasil jika pompa air digunakan secara intensif. Distan juga merekomendasikan penggunaan benih varietas unggul tahan kekeringan, seperti Inpago dan Situ Bagendit, untuk meminimalkan risiko gagal panen.
Harga Gabah di Atas HPP, Petani Diminta Jaga Produksi
Dodi menjelaskan, saat ini Nilai Tukar Petani (NTP) nasional tercatat di angka 127,65—terbilang tinggi dan mencerminkan kesejahteraan petani yang cukup baik. Di Lebak, harga gabah kering pungut (GKP) di tingkat petani mencapai Rp7.300 per kilogram, melebihi harga patokan pemerintah (HPP) yang sebesar Rp6.500 per kg.
"Kami minta petani tetap dapat menggunakan pompa air dan penggunaan benih Inpago dan Situ Bagendit di saat musim kemarau itu," kata Dodi. Distan berharap momentum harga tinggi ini tidak disia-siakan akibat gagal panen yang sebenarnya bisa dicegah.
Petani Siap Siaga: Pompa Air Jadi Cadangan Saat Irigasi Mulai Surut
Samsudin, petani asal Cibadak, mengaku lahannya di Blok Desa Malabar seluas puluhan hektare dengan rata-rata usia tanam 30 hari masih teraliri air dari jaringan irigasi. Namun, ia sudah bersiap jika kondisi berubah. "Kami siap melakukan pompa air jika irigasi menyusut akibat kemarau," ujarnya.
Distan mencatat beberapa lokasi di Lebak sudah melaporkan kekeringan akibat tidak adanya sumber air permukaan. Oleh karena itu, pengaktifan pompa air secara masif menjadi satu-satunya cara agar petani di wilayah rawan air tetap bisa panen di tengah ancaman El Nino.