TANGERANG — Sebanyak 360 siswa baru SMP Negeri 2 Mauk mendapatkan edukasi langsung mengenai etika dan keamanan bermedia sosial dari Relawan TIK Provinsi Baten. Seminar bertajuk “Literasi Digital: Sopan Santun dan Bijak Bermedia Sosial untuk Menunjang Pembelajaran yang Baik” ini menjadi bagian dari MPLS yang berlangsung di sekolah setempat.
Empat Pilar Literasi Digital: Cakap, Aman, Budaya, dan Etika
Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Taufiq, yang akrab disapa Kang Taufiq, menjadi pemateri utama dalam sesi tersebut. Ia memperkenalkan konsep empat pilar literasi digital yang disingkat CABE, yakni Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital.
“Sopan santun dan etika adalah mata uang yang berlaku di mana saja, baik di dunia nyata maupun maya. Bijak bermedsos berarti tahu aturan, kritis terhadap informasi, serta mampu menahan diri dari memberikan komentar negatif,” ujar Taufiq di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan bahwa setiap unggahan di media sosial meninggalkan jejak digital yang bersifat abadi. Hal ini menjadi peringatan serius bagi generasi muda agar tidak sembarangan dalam berinteraksi di dunia maya.
Seminar Interaktif: Permainan hingga Hadiah Jajanan
Agar materi tidak terasa membosankan, sesi edukasi dikemas secara interaktif. Para siswa diajak bermain, mengikuti simulasi, bernyanyi, hingga menari bersama. Kang Taufiq bahkan membagikan beragam hadiah jajanan sebagai apresiasi bagi siswa yang berani tampil di depan kelas.
“Untuk itu, kita perlu memahami empat pilar literasi digital. Biar mudah diingat, disingkat CABE! Semuanya penting sebagai bekal menggunakan teknologi,” lanjut Taufiq.
Kepala Sekolah: Belum Ada Kasus Cyberbullying, Pencegahan Tetap Prioritas
Kepala SMPN 2 Mauk, Rohimat, menyambut baik kolaborasi dengan Relawan TIK. Ia mengaku bersyukur bahwa sejauh ini belum pernah ada kasus penyalahgunaan teknologi digital maupun perundungan siber (cyberbullying) di lingkungan sekolahnya.
“Dunia anak memang rentan terhadap bullying. Alhamdulillah di sini belum pernah terjadi dan jangan sampai terjadi. Ayo kita cegah bersama dengan menanamkan sikap sopan dan beretika kepada sesama teman, orang tua, dan guru,” pungkas Rohimat.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya literasi digital yang tengah diupayakan sekolah untuk seluruh murid. “Kami sedang mengupayakan budaya literasi untuk semua murid. Lewat kegiatan ini, kami berharap keluarga besar SMPN 2 Mauk bisa makin cakap digital,” ungkapnya.