Pencarian

Hakim Pengadilan Agama Pandeglang Ingatkan Siswa SMPN 2 Cimanuk Bahaya Pergaulan Bebas dan Bullying

Minggu, 02 Agustus 2026 • 12:45:01 WIB
Hakim Pengadilan Agama Pandeglang Ingatkan Siswa SMPN 2 Cimanuk Bahaya Pergaulan Bebas dan Bullying
Hakim Pengadilan Agama Pandeglang Azhar Nur Fajar Alam memberikan materi tentang bahaya pergaulan bebas dan bullying kepada siswa SMPN 2 Cimanuk dalam seminar di lingkungan sekolah.

PANDEGLANG — Puluhan siswa SMPN 2 Cimanuk mendapat pembekalan khusus untuk menangkal pergaulan bebas. Seminar bertema "Membangun Keluarga Harmonis Berawal dari Karakter Anak yang Baik" ini digelar di lingkungan sekolah, menghadirkan Hakim Pengadilan Agama Pandeglang, Azhar Nur Fajar Alam, sebagai narasumber utama.

Azhar menegaskan, kunci utama bagi remaja untuk terhindar dari pergaulan bebas sebenarnya sederhana dan bisa dimulai dari diri sendiri. Ia mengajak para siswa untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kepatuhan kepada orang tua sebagai benteng pertahanan pertama.

"Cara paling sederhana untuk terhindar dari pergaulan bebas bagi anak muda adalah dengan menjadi anak yang sholeh dan sholehah, nurut kepada orang tua dan selalu meminta izin jika ingin bepergian," tegas Azhar di hadapan para siswa.

Bullying Juga Jadi Sorotan Utama

Dalam kesempatan itu, Azhar tidak hanya membahas soal pergaulan bebas. Ia juga menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying di kalangan remaja yang kerap terjadi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, meskipun sistem peradilan anak saat ini mengedepankan penyelesaian melalui mekanisme diversi, pencegahan tetap menjadi langkah paling penting. Kesadaran diri setiap anak untuk tidak melakukan perundungan dinilai jauh lebih efektif daripada penanganan setelah terjadi.

Sekolah dan Siswa Berharap Ada Tindak Lanjut

Materi yang disampaikan mendapat apresiasi hangat dari pihak sekolah. Euis Sumiati, guru SMPN 2 Cimanuk, berharap ilmu yang didapat para siswa tidak berhenti sebagai teori belaka, melainkan langsung dipraktikkan dalam keseharian mereka.

"Harapan kami, semoga setelah seminar ini anak-anak bisa menerapkan edukasi yang telah disampaikan oleh bapak hakim, terutama mengenai bagaimana membangun keluarga harmonis yang dimulai dari karakter anak yang baik," ujarnya.

Para siswa pun mengaku mendapatkan perspektif baru. Enjelita Putri, siswi kelas IX C, merasa terdorong untuk lebih terbuka dan patuh kepada orang tua setelah mengikuti pemaparan tersebut.

"Setelah mendengarkan seminar ini, ke depannya aku akan lebih nurut lagi kepada orang tua dan akan selalu izin sebelum pergi main, agar terhindar dari pergaulan bebas," tuturnya.

Senada dengan itu, Belva, siswi kelas IX B, mengingatkan dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari pergaulan bebas. Ia menilai keputusan untuk menjauhi hal tersebut harus diambil sejak dini.

"Jangan coba-coba pacaran biar terhindar dari pergaulan bebas. Efeknya sangat buruk dan bisa merusak masa depan kita," pungkas Belva.

KKN UIN SMH Banten Fokus pada Pendidikan Karakter Remaja

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UIN SMH Banten Kelompok 39 yang bertugas di Desa Kadubungbang. Mereka memilih isu pergaulan bebas sebagai prioritas karena dinilai relevan dengan kondisi remaja di Kecamatan Cimanuk.

Melalui seminar ini, para mahasiswa berharap para siswa dapat menerapkan nilai-nilai yang telah disampaikan sebagai bekal menghadapi pergaulan remaja dan membangun karakter yang lebih baik ke depannya. Sekolah diharapkan dapat terus menggaungkan edukasi serupa secara berkelanjutan.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: damarbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks