PANDEGLANG — Tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglang, yakni Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari, mulai mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih sejak pekan kedua Juli 2026. Pusdalops PB BPBDPK Pandeglang melaporkan distribusi 5.000 liter air bersih telah dilakukan pada 12 Juli 2026 kepada warga Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang. Penyaluran bantuan terus dilanjutkan ke wilayah terdampak lainnya di Pandeglang dan daerah lain di Banten.
Pemetaan BPBD: Lebak Paling Terdampak, Tangsel Jadi Prioritas
BPBD Provinsi Banten menetapkan dua kategori prioritas penanganan kekeringan. Prioritas 1 meliputi Kabupaten Serang, Lebak, Tangerang, dan Pandeglang. Sementara Prioritas 2 mencakup Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Serang, dan Cilegon.
Berdasarkan pemetaan, potensi dampak terbesar berada di Kabupaten Lebak dengan 16 kecamatan dan sekitar 11.000 jiwa terdampak, disusul Kabupaten Tangerang (12 kecamatan, 8.500 jiwa), Pandeglang (7 kecamatan, 7.500 jiwa), dan Serang (10 kecamatan, 7.000 jiwa). Untuk wilayah kota, Tangerang diperkirakan memiliki 4 kecamatan terdampak dengan 3.000 jiwa, sedangkan Tangerang Selatan hanya satu kecamatan dengan potensi 750 jiwa dan kebutuhan air sekitar 11.250 liter.
El Nino dan Prediksi Kemarau hingga Oktober
BMKG sebelumnya memperingatkan musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino dan berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026. Kepala Unit Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Trian Asmarahadi, menjelaskan El Nino menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik meningkat, sehingga curah hujan di Indonesia—termasuk Banten—berkurang.
“Hampir seluruh wilayah Banten akan merasakan dampaknya. Namun wilayah Banten Utara diperkirakan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih lama dibanding wilayah selatan,” ujarnya dalam talkshow Diskominfo SP Banten pada Juni lalu.
Satgas dan Opsi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi
BPBD Provinsi Banten telah membentuk satuan tugas dan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kehutanan, Polda Banten, pemerintah kabupaten/kota, hingga perguruan tinggi. Apabila kekeringan berkembang menjadi ekstrem, BPBD akan berkoordinasi dengan BNPB, TNI AU, serta BPBD DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan peluang hujan.
Masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih atau menemukan kebakaran lahan dan hutan diimbau melapor ke BPBD setempat atau menghubungi BPBD Provinsi Banten di nomor 0851-1781-4505.