BANTEN — Astra Credit Companies (ACC) menegaskan iklim pembiayaan mobil baru sepanjang 2026 masih kondusif. Klaim itu disampaikan Chief Marketing and Sales Officer ACC Tan Chian Hok di Jakarta beberapa waktu lalu. Ia mengakui tahun ini penuh tantangan, mulai dari lonjakan harga bahan baku hingga daya beli masyarakat yang mengetat.
“Kita memang tahu bahwa 2026 ini tahun yang sangat menantang buat kita seperti disampaikan Gaikindo,” ujar pria yang akrab disapa Ahok tersebut.
Pangsa Pasar 29,2 Persen dan Transaksi Rp 29 Triliun
ACC membukukan total transaksi pembiayaan sebesar Rp 29 triliun selama Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut setara dengan 29,2 persen pangsa pasar pembiayaan nasional kendaraan roda empat. Capaian ini disebut masih sejalan dengan proyeksi Gaikindo yang memperkirakan pasar mobil baru tahun ini stagnan di kisaran 800 ribu unit, sama seperti 2025.
“Tetapi ternyata kalau melihat press conference Gaikindo kemarin, 2026 ini dari Januari sampai Juni secara wholesales itu sudah mencapai 436 ribu unit atau tumbuh sekitar 15,9 persen. Mudah-mudahan ini berdampak ke pembiayaan,” tutur Ahok.
Strategi Genjot Penjualan di Awal Tahun
Ahok tidak memungkiri bahwa kinerja pasar otomotif sepanjang 2026 tidak selalu mulus. ACC harus bekerja ekstra keras untuk menggairahkan pasar, terutama pada awal tahun yang biasanya sepi transaksi. Salah satu jurusnya adalah menghadirkan program-program menarik untuk mendorong masyarakat membeli mobil baru.
“Jadi mungkin begini, biasanya jelang akhir tahun itu kan ada promo-promo. Mungkin sudah banyak yang realisasi (pembelian) akhir tahun,” pungkas dia.
Kredit Macet Masih Terkendali, PHK Lebih Berdampak ke Motor
Soal isu pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dikhawatirkan memicu kredit macet, Ahok menilai dampaknya masih dalam batas normal. Menurutnya, PHK lebih terasa pada pembiayaan sepeda motor, sementara di segmen mobil pengaruhnya tidak signifikan.
“NPL (Non-Performing Loan) masih terjaga dengan baik, masih di bawah ketentuan OJK, yakni lebih kurang satu persen. Cukup kondusif buat ACC,” tegas dia.
ACC berharap industri otomotif kembali bergairah. Jika hal itu terjadi, menurut Ahok, itu menjadi sinyal bahwa situasi ekonomi Indonesia mulai membaik.