SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak bisa bekerja sendiri dalam menekan angka stunting. Kolaborasi dengan pihak swasta menjadi langkah strategis yang terus diperkuat, salah satunya melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Serang yang didukung oleh Kalbe Farma.
Peran Orang Tua Jadi Kunci Utama
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menekankan bahwa edukasi gizi dan literasi kesehatan harus dilakukan secara masif. Ia menyayangkan masih banyaknya anak-anak yang terpapar makanan cepat saji (fast food) dan jajanan kurang sehat di lingkungan mereka.
"Keluarga adalah madrasah pertama. Ayah dan ibu harus berkolaborasi mencari solusi, misalnya ketika anak enggan memakan makanan bergizi. Pembiasaan makan sehat harus dimulai dari rumah," ujar Bupati di Serang, Selasa.
Intervensi Sejak Ibu Hamil hingga Imunisasi
Pemkab Serang telah melakukan pendampingan berkelanjutan untuk menangani stunting. Intervensi dimulai sejak masa kehamilan melalui pemberian makanan tambahan dan vitamin, hingga pemberian imunisasi setelah anak dilahirkan.
Namun, Bupati menyayangkan masih ada warga yang enggan datang ke fasilitas kesehatan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam posyandu dan imunisasi sangat vital untuk mewujudkan generasi emas 2045.
"Warga jangan malas. Ketika ada posyandu, imunisasi, dan edukasi kesehatan, warga harus ikut serta. Literasi ini sangat penting karena jika ibunya sehat dan kuat, Insya Allah anaknya juga sehat dan kuat," katanya.
Edukasi Gizi: Makan Sehat Tak Harus Mahal
Bupati Ratu Rachmatuzakiyah juga mengingatkan bahwa makanan sehat dan bergizi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tidak harus selalu mahal. Kuncinya adalah edukasi nutrisi yang tepat bagi orang tua agar mampu memilih dan memilah asupan gizi yang benar.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu saya mohon dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat luas, untuk bersama-sama menghilangkan angka stunting di Kabupaten Serang," ucapnya menambahkan.