Pencarian

Exotic Sprinter AT Rp 9,9 Juta hingga Alva N3 Nex Gen, Pilihan Motor Listrik Murah di GIIAS 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 • 02:56:01 WIB
Exotic Sprinter AT Rp 9,9 Juta hingga Alva N3 Nex Gen, Pilihan Motor Listrik Murah di GIIAS 2026
Pengunjung mengamati deretan motor listrik yang dipamerkan di Hall 11 GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

BANTEN — Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 9 Agustus di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, tidak hanya menjadi panggung mobil baru. Area Hall 11 khusus kendaraan listrik justru mencuri perhatian berkat kehadiran lima merek motor sekaligus: Alva, Polytron, Kupprum, Pacific, dan Exotic.

Masing-masing pabrikan membawa strategi harga yang berbeda. Yang paling mencolok adalah Exotic dengan model Sprinter AT yang dibanderol sekitar Rp 9,9 juta. Angka tersebut menjadikannya motor listrik termurah yang dipamerkan di ajang tersebut, menyasar konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrik tanpa menguras kantong. Exotic Sprinter AT: Motor Listrik di Bawah Rp 10 Juta

Harga Rp 9,9 juta untuk sebuah motor listrik memang terdengar agresif. Sprinter AT dari Exotic jelas dirancang untuk bersaing di segmen entry-level, bersaing langsung dengan skuter listrik murah yang banyak beredar di e-commerce maupun dealer konvensional.

Dengan banderol di bawah Rp 10 juta, fitur yang ditawarkan tentu tidak seekstensif motor listrik premium. Namun kehadirannya di GIIAS 2026 menjadi sinyal bahwa produsen mulai serius menggarap pasar konsumen yang sensitif terhadap harga. Bagi mereka yang butuh kendaraan harian jarak dekat, Sprinter AT bisa menjadi opsi paling rasional secara finansial. Bukan Sekadar Pamer, Ini Momentum Uji Pasar

GIIAS 2026 bukan sekadar etalase. Bagi Alva yang membawa N3 Nex Gen, Polytron, hingga Kupprum, pameran ini adalah ajang mengukur minat pasar terhadap teknologi baterai dan jarak tempuh yang semakin beragam. Kehadiran Can-Am di area yang sama juga menambah warna, menunjukkan bahwa segmen ini tidak hanya soal harga murah, tapi juga gaya hidup.

Menariknya, persaingan harga yang ketat ini terjadi di tengah pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang masih belum merata. Para pengunjung yang datang ke Hall 11 tampak tidak hanya membandingkan spesifikasi, tetapi juga bertanya soal ketersediaan baterai cadangan dan kemudahan servis. Momentum Percepatan Adopsi Kendaraan Listrik

Dari sisi industri, rentang harga yang ditawarkan di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa motor listrik tidak lagi menjadi barang mahal. Dengan adanya opsi di kisaran Rp 9-10 jutaan, hambatan utama adopsi kendaraan listrik—yakni harga—mulai terkikis.

Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong elektrifikasi. Namun, keputusan pembeli tetap bergantung pada faktor lain seperti keandalan baterai, ketersediaan jaringan servis, dan nilai jual kembali. Pameran seperti GIIAS menjadi ujian nyata apakah konsumen Indonesia siap meninggalkan mesin konvensional, atau sekadar penasaran dengan teknologi baru.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: merahputih.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks