Pencarian

KAI Siapkan Wajah Baru Stasiun Gambir, Target Jadi Hub Transportasi Terpadu Jakarta

Jumat, 28 Agustus 2026 • 19:22:02 WIB
KAI Siapkan Wajah Baru Stasiun Gambir, Target Jadi Hub Transportasi Terpadu Jakarta
KAI mengkaji pengembangan Stasiun Gambir menjadi pusat integrasi moda transportasi di Jakarta.

BANTEN — Stasiun Gambir selama ini dikenal sebagai pintu masuk utama penumpang kereta api jarak jauh di Jakarta. Kini, posisinya akan semakin vital. KAI tengah mengkaji pengembangan kawasan ini menjadi pusat pengalaman perjalanan yang mengintegrasikan mobilitas, hospitality, dan leisure dalam satu kesatuan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa pengembangan ini tidak bisa dilepaskan dari posisi strategis Gambir di jantung kota. Stasiun ini berdekatan dengan Monas, pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, hingga ruang publik.

"Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta," ujar Anne dalam keterangan resminya, Jumat (28/8).

Integrasi dengan KRL, MRT, dan BRT

Konsep New Gambir tidak berhenti pada renovasi fisik bangunan. KAI memproyeksikan stasiun ini menjadi hub interkoneksi yang menghubungkan layanan kereta jarak jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas. Penumpang yang turun dari kereta api antar kota nantinya bisa langsung berpindah ke moda transportasi lain tanpa hambatan berarti.

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk naik dan turun penumpang. Di sisi lain, jalur layang di kawasan Gambir memang sudah dilintasi Commuter Line pada lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo. Namun, layanan tersebut belum melayani naik turun penumpang.

Mengapa Layanan KRL di Gambir Belum Dibuka?

KAI menyebut pengembangan layanan Commuter Line di Gambir membutuhkan persiapan matang. Bukan sekadar membuka pintu peron, tetapi menyangkut kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, sistem operasi, aspek keselamatan, hingga koordinasi dengan regulator.

"Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama," jelas Anne.

Wacana ini semakin relevan seiring melonjaknya jumlah pengguna KRL Jabodetabek. Data KAI mencatat volume perjalanan KRL meningkat dari 217,96 juta perjalanan pada 2022 menjadi 344,62 juta perjalanan pada 2025. Artinya, terjadi pertumbuhan sebesar 58,11 persen hanya dalam tiga tahun.

Bogor Line Jadi Primadona

Lintas Bogor menjadi penyumbang mobilitas tertinggi. Pada 2025, lintas ini melayani 153,5 juta perjalanan atau berkontribusi 44,55 persen terhadap total perjalanan KRL Jabodetabek. Bogor Line memang melintas di kawasan Gambir, tetapi belum berhenti di stasiun tersebut.

"Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi," tambah Anne.

Bukan Pengganti Manggarai

KAI menegaskan bahwa pengembangan Gambir tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi Stasiun Manggarai. Keduanya justru akan saling melengkapi dalam satu sistem transportasi terpadu. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir difokuskan sebagai gerbang kereta jarak jauh di pusat Jakarta sekaligus pintu akses menuju kawasan strategis.

Transformasi ini akan dieksekusi secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan arah pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan. Dengan demikian, New Gambir diharapkan tidak hanya menjadi stasiun transit, tetapi ikon baru mobilitas perkotaan yang terintegrasi.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks