BANTEN — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperluas jangkauan layanan digitalnya ke luar negeri lewat peluncuran BRImo Taiwan pada 23 Agustus 2026. Layanan ini dirancang khusus untuk mempermudah diaspora Indonesia di Taiwan dalam bertransaksi harian, mulai dari transfer uang ke kampung halaman hingga pembayaran tagihan.
Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyebut minat terhadap aplikasi ini cukup tinggi sejak uji coba perdana. "Melalui BRImo Taiwan, kami menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Indonesia di Taiwan untuk memenuhi kebutuhan finansial secara cepat, mudah, dan aman," katanya dalam konferensi pers kinerja keuangan triwulan II 2026, Senin (31/8).
Fitur Lengkap untuk Pekerja Migran
BRImo Taiwan tidak sekadar aplikasi mobile banking biasa. Nasabah bisa mengirim uang ke rekening di Indonesia, melakukan transfer antarbank lokal Taiwan, membayar lewat QR code dan billing, hingga mengecek mutasi rekening kapan saja. Aplikasi ini beroperasi 24 jam penuh, mengakomodasi jam kerja pekerja migran yang kerap tidak menentu.
Fitur konversi valuta asing dari dolar AS (US$) ke dolar Taiwan (NTD) juga tersedia. Ini memudahkan pekerja yang menerima gaji dalam mata uang lokal untuk mengonversi dan mengirimkannya dalam rupiah. Ada pula akses Modul Penerimaan Negara, yang berguna bagi WNI yang masih memiliki kewajiban pajak atau penerimaan negara lainnya di Indonesia.
Aquarius menambahkan, aplikasi ini menjadi pintu masuk bagi BRI untuk memperkuat pangsa pasar remitansi. Taiwan merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia, sehingga volume pengiriman uang dari negara tersebut berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan berbasis komisi perseroan.
Jejaring Global BRI di Lima Benua
Peluncuran BRImo Taiwan melengkapi jaringan internasional BRI yang sudah beroperasi di Singapura, New York, Timor Leste, Cayman Islands, dan Hong Kong. Perseroan juga menempatkan perwakilan di Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Aquarius, kehadiran kantor di luar negeri bukan sekadar simbol. "International gateway tersebut tidak sekadar menjadi representasi BRI di luar negeri, tetapi juga menghubungkan kebutuhan nasabah Indonesia dengan pasar global," ujarnya.
Strategi ini sejalan dengan upaya BRI meningkatkan porsi dana murah (current account savings account/CASA). Semakin banyak layanan yang digunakan nasabah diaspora, semakin besar simpanan yang bisa dihimpun bank pelat merah tersebut.
Mengapa Taiwan Menjadi Pasar Penting
Taiwan menjadi salah satu tujuan favorit pekerja migran Indonesia karena upah minimumnya relatif tinggi dibandingkan negara tetangga. Jumlah WNI di Taiwan diperkirakan mencapai ratusan ribu orang, menjadikannya pasar potensial bagi layanan keuangan digital.
Dengan hadirnya BRImo Taiwan, para pekerja tidak perlu lagi mengantre di kantor cabang atau bergantung pada jasa calo untuk mengirim uang. Semua transaksi bisa dilakukan dari genggaman tangan, kapan pun dibutuhkan.
Langkah ini juga bagian dari transformasi digital BRI yang terus berjalan. Sebelumnya, perseroan gencar memperluas ekosistem BRImo di dalam negeri dengan berbagai fitur baru, termasuk pinjaman digital dan layanan investasi. Kini, perluasan ke luar negeri menjadi babak berikutnya dari strategi tersebut.
Ke depan, BRI akan mengevaluasi performa BRImo Taiwan sebagai dasar untuk merilis layanan serupa di negara lain dengan kantor perwakilan. Jika respons diaspora Taiwan positif, bukan tidak mungkin aplikasi serupa menyusul untuk pasar Hong Kong atau Singapura.