BANTEN — Broadcom kini jadi pemain besar kedua setelah Nvidia yang ikut menuai berkah dari investasi infrastruktur AI. CEO Hock Tan mengaitkan pertumbuhan ini langsung dengan kebutuhan raksasa teknologi akan akselerator AI yang dirancang khusus serta perangkat jaringan berkecepatan tinggi.
Custom Accelerator dan Networking Jadi Motor Utama
Alur produksi Broadcom berbeda dari Nvidia. Perusahaan ini fokus memasok ASIC atau custom accelerator yang dibuat sesuai spesifikasi satu pembeli besar, bukan GPU serbaguna yang bisa dipakai pasar luas seperti H100 atau Blackwell.
"Kami mencatat pendapatan semiconductor AI sebesar USD 16,7 miliar pada Q3, naik 221% secara tahunan," ujar Tan dalam laporan keuangan Broadcom dikutip Reuters.
Kebutuhan networking ikut terdorong karena akselerator yang tergabung dalam satu klaster besar harus saling terhubung dengan latensi rendah. Bisnis inilah yang menopang pendapatan AI Broadcom sepanjang kuartal.
Mengapa Perusahaan Besar Beralih ke Chip Rancangan Sendiri
Sejumlah raksasa teknologi kini semakin agresif mengembangkan chip AI internal untuk mengurangi ketergantungan pada GPU Nvidia. Tujuannya menekan biaya operasional model AI skala besar, salah satunya lewat desain chip yang spesifik terhadap beban kerja mereka.
Pendekatan itu membuka ruang bagi vendor ASIC seperti Broadcom. Berbeda dengan model GPU komersial, custom silicon biasanya dioptimalkan untuk satu jenis komputasi tertentu, sehingga efisiensi energi dan biaya per unit menjadi lebih terkendali untuk volume besar.
Walau begitu, pertumbuhan ini belum otomatis menggeser dominasi Nvidia di pasar akselerator serbaguna. Yang terjadi justru komputasi AI kini terbagi dalam dua rute: GPU untuk fleksibilitas dan ASIC untuk kebutuhan terukur.
Target Kuartal IV dan Reaksi Investor
Broadcom memproyeksikan pendapatan semiconductor AI sekitar USD 21,7 miliar pada kuartal berikutnya, bertumbuh 236% secara tahunan. Jika tercapai, angka itu setara Rp 361 triliun dalam satu kuartal saja.
Namun respons pasar tidak sepenuhnya positif. Saham Broadcom sempat terkoreksi lebih dari 3% dalam perdagangan setelah jam bursa karena total pendapatan yang diestimasi mencapai USD 34,8 miliar, sedikit di bawah konsensus analis di USD 35,03 miliar.
Bagi komunitas gaming, perang chip AI ini soal arah industri komputasi ke depan. Server game online, layanan cloud, dan infrastruktur data center yang menopang esports akan semakin bergantung pada silicon berperforma tinggi dalam jumlah masif — dan Broadcom kini menjadi pemasok kunci di sisi custom.
Semakin besar belanja infrastruktur AI, semakin cepat pula kebutuhan pusat data berkembang. Persaingan akselerator ini layak dipantau karena menentukan harga dan ketersediaan GPU untuk pasar konsumen di beberapa tahun mendatang.