Pencarian

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Usul Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Selasa, 08 September 2026 • 13:02:01 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Usul Modifikasi Cuaca untuk Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengusulkan modifikasi cuaca untuk membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti wilayah Banten.

TANGERANG — Wacana modifikasi cuaca mengemuka sebagai solusi jangka pendek mengatasi polusi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti wilayah Banten, termasuk Kota Tangerang. Usulan ini disampaikan langsung oleh pimpinan dewan setempat di tengah kondisi udara yang kian mengkhawatirkan warga.

Arief Wibowo menilai hujan buatan menjadi cara yang efektif untuk mengikat partikel abu yang beterbangan. Menurutnya, langkah ini merupakan ikhtiar nyata yang perlu didukung semua pihak, terlebih dampaknya terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan.

"Ini jadi bagian ikhtiar dalam mengatasi penyebaran abu vulkanik sebab dampak bagi kesehatan sangat menganggu sekali, termasuk aktivitas masyarakat secara luas," ujar Arief di Tangerang, Selasa.

Koordinasi Pemkot dan BNPB Disebut Jadi Kunci

Politisi tersebut meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bergerak cepat menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksanaan teknis modifikasi cuaca memang membutuhkan kajian dan peralatan khusus yang hanya dimiliki pemerintah pusat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, membenarkan bahwa opsi tersebut tengah dibahas. Pihaknya mengaku terus memantau perkembangan dan peluang pelaksanaan di wilayah udara Banten.

"BNPB sedang proses mengerjakan modifikasi cuaca dalam menekan sebaran abu vulkanik. Sebab melakukan ini enggak gampang juga karena lihat potensi awannya," ujar Mahdiar.

Selain Modifikasi Cuaca, Warga Diimbau Pakai Masker

Sambil menunggu langkah teknis modifikasi cuaca direalisasikan, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengeluarkan imbauan resmi kepada warganya. Penggunaan masker dinilai sebagai perlindungan paling sederhana dan efektif untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sendiri telah terpantau menyebar hingga kawasan Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa Barat. Sachrudin meminta masyarakat tetap tenang namun waspada saat beraktivitas di luar ruangan.

"Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, tidak perlu panik. Yang penting kita jaga kesehatan kita," katanya.

Shalat Istisqa Jadi Ikhtiar Alternatif

Di luar upaya teknis, Arief Wibowo juga menyinggung langkah spiritual sebagai bentuk ikhtiar bersama. Ia mengusulkan digelarnya Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan, seiring musim kemarau yang masih melanda sebagian besar wilayah Banten.

"Upaya lain yang bisa kita laksanakan adalah Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon turunnya hujan. Termasuk juga masyarakat dari agama lain, memohon dengan kayakinan agar segera turun hujan," kata dia.

Masyarakat diminta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik. Aktivitas sehari-hari diharapkan tetap berjalan normal dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks