Pencarian

The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4,00%, Sinyal Hawkish Lanjut

Kamis, 17 September 2026 • 08:06:01 WIB
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 3,75%-4,00%, Sinyal Hawkish Lanjut

BANTEN — Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Keputusan diambil setelah inflasi inti Agustus AS tumbuh di atas perkiraan, memicu kekhawatiran tekanan harga mulai meluas. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan median suku bunga akhir 2026 naik ke 4,1% dari sebelumnya 3,8%.

Kenaikan suku bunga Federal Reserve kali ini menandai berakhirnya jeda panjang sejak pertengahan 2023. Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target bank sentral, dengan laju inflasi tahunan masih di atas 3% dalam enam hingga 12 bulan terakhir.

Keputusan diambil setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan inflasi inti Agustus tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi mulai meluas, tidak lagi hanya dipengaruhi tarif perdagangan dan dampak perang Iran terhadap harga energi.

Pasar Obligasi Langsung Bereaksi

Imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun naik ke level 4,73%, atau lebih dari 12 basis poin dibandingkan sebelum pengumuman. Imbal hasil tenor 10 tahun juga berbalik naik dan menembus level 5%.

Kepala Strategi Makro TD Securities Oscar Munoz menilai The Fed kini lebih fokus pada risiko inflasi dibandingkan perlambatan ekonomi.

"Jelas bahwa The Fed saat ini lebih mengkhawatirkan inflasi. Itulah alasan mereka menaikkan suku bunga hari ini dan tampaknya masih ada kenaikan yang akan dilakukan," kata Munoz.

Proyeksi Pejabat The Fed Berubah

Median proyeksi pejabat The Fed untuk suku bunga pada akhir 2026 naik menjadi 4,1% dari sebelumnya 3,8%. Sebanyak 16 pejabat memperkirakan masih akan ada setidaknya satu kenaikan tambahan pada tahun ini, meningkat dibandingkan proyeksi Juni lalu.

Untuk 2027, median proyeksi menunjukkan tidak ada kenaikan tambahan. Namun delapan pejabat masih mendukung kenaikan 25 basis poin hingga akhir 2027 dibandingkan posisi saat ini. Hanya 18 dari 19 pejabat The Fed yang menyerahkan proyeksi suku bunga untuk 2026 dan 2027.

Warsh Bantah Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi

Meski kembali menaikkan suku bunga, The Fed menilai kondisi ekonomi AS masih kuat. Warsh menyebut perekonomian Negeri Paman Sam menunjukkan ketahanan yang baik dan belum menghadapi pengetatan kondisi keuangan yang dapat menghambat pertumbuhan.

"Perekonomian Amerika tampaknya sedang menguat. Dengan ketahanan tersebut dan potensi yang lebih besar, saya melihat optimisme di antara anggota FOMC dalam dua hari terakhir," kata Warsh.

Dalam pernyataan pasca-pertemuan, pejabat The Fed menggambarkan pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat. Penciptaan lapangan kerja juga masih mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.

Namun para pejabat kembali menyatakan inflasi masih berada di level tinggi. The Fed menunda satu tahun perkiraan pencapaian target inflasi 2%, dari sebelumnya menjadi pada 2029.

Sikap Hawkish Tarik Perhatian Analis

Pernyataan Warsh soal pengurangan tingkat akomodasi kebijakan menjadi sorotan pelaku pasar. Kepala Ekonom Amerika Serikat Morgan Stanley Michael Gapen menilai pernyataan tersebut mencerminkan sikap hawkish bank sentral.

"Jika ketua The Fed menilai kebijakan saat ini masih akomodatif, berarti masih ada pekerjaan yang harus dilakukan," kata Gapen dikutip dari Bloomberg.

Keputusan menaikkan suku bunga berseberangan dengan sikap Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mendesak The Fed menurunkan suku bunga dan mengancam meningkatkan perang dagang jika tidak dilakukan.

Bagi investor Indonesia, sinyal hawkish The Fed berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan mempersempit ruang penurunan BI rate dalam waktu dekat. Imbal hasil Treasury yang menembus 5% juga dapat memicu arus modal keluar dari pasar obligasi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks