Pencarian

Diskoumperindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar di Gunungsari, Minyakita Rp15.500 Diserbu Emak-Emak

Senin, 21 September 2026 • 14:13:02 WIB
Diskoumperindag Kabupaten Serang Gelar Operasi Pasar di Gunungsari, Minyakita Rp15.500 Diserbu Emak-Emak
Warga antusias membeli Minyakita seharga Rp15.500 per liter dalam operasi pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang di Halaman Kantor Kecamatan Gunungsari, Selasa (15/9/2026).

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang menggelar operasi pasar di Halaman Kantor Kecamatan Gunungsari, Selasa (15/9/2026). Harga kebutuhan pokok yang dijual jauh lebih murah ketimbang pasaran, membuat puluhan emak-emak antusias menyerbu sejak pagi. Operasi pasar ini menjadi titik ke-16 yang digelar Diskoumperindag selama 2026.

SERANG — Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat memastikan operasi pasar akan terus digelar di setiap kecamatan se-Kabupaten Serang. Langkah itu diambil sebagai upaya pemerintah menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Operasi pasar di Kecamatan Gunungsari dibuka sekitar pukul 09.00 WIB. Puluhan emak-emak sudah menunggu di lokasi sejak pagi. Sejumlah warga sempat kecewa karena kehabisan stok Minyakita, namun persoalan itu teratasi setelah ada penambahan stok.

Selisih Harga Minyakita Capai Rp4.500 per Liter

Diskoumperindag menjual Minyakita Rp15.500 per liter, sementara harga di pasaran mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000. Beras SPHP dijual Rp55.000 per 5 kilogram. Cabai rawit dipasarkan Rp40.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp50.000 per kilogram.

Bawang merah dijual Rp24.000 per kilogram. Adang menyebut selisih harga di operasi pasar mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 dibandingkan pasaran.

"Otomatis pasti harganya lebih murah. Contoh Minyakita yaitu Rp15.500, di pasaran mencapai Rp20.000. Dan beras itu Rp55.000 per 5 kilogram. Cabai rawit di pasaran sekarang Rp50.000 per kilogram, kita jual per kilonya hanya Rp40.000," kata Adang Rahmat.

Sembako yang disiapkan dalam operasi pasar meliputi beras, minyak, bawang merah, cabai rawit, dan gula pasir. Adang menyebut seluruh stok yang dibawa terjual habis karena antusiasme warga.

Warga Minta Operasi Pasar Digelar Lebih Sering

Sami'ah (44), warga Kampung Dago, Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, mengaku terbantu dengan harga yang dipasarkan. Ia berharap operasi pasar bisa digelar lebih rutin.

"Alhamdulillah saya beli Minyak Kita harganya murah, cuma Rp15.500. Kalau di pasaran harganya Rp19.000 sampai Rp20.000. Kalau bisa sering-sering buka operasi pasar murah," ujar Sami'ah.

Ia juga menyebut sempat khawatir tidak kebagian Minyakita. "Beruntung datang lagi bawa stok Minyakita, banyak yang belum kebagian akhirnya kebagian. Selain Minyakita, untuk bahan sembako sayur mayur seperti cabai merah dan lainnya juga murah ketimbang di pasaran," ucapnya.

Stok 720 Liter Minyakita dan 250 Kg Beras SPHP

Kepala Bidang Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari menyebut operasi pasar sudah hampir mencapai 16 titik. Untuk Minyakita, pihaknya menyiapkan 360 liter ditambah 360 liter dari ID Food sehingga total 720 liter. Beras SPHP disiapkan 50 pack atau 250 kilogram.

Selain itu, Diskoumperindag juga menyiapkan minyak premium, gula, dan terigu dari poktan binaan Bank Indonesia. Operasi pasar berikutnya dijadwalkan di Kecamatan Kopo dan Jawilan pada 19 sampai 20 September 2026.

"Nanti operasi pasar terakhir tanggal 19 dan 20 di Kecamatan Kopo dan Jawilan," kata Titi Purwitasari.

Operasi pasar di Gunungsari turut dihadiri Camat Gunungsari Sri Rahayu Basukiwati, Sekretaris Diskoumperindag Dimas Panduasa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supyanto, serta perwakilan Bagian Perekonomian Setda dan Bapperida Kabupaten Serang.

Follow bantenklik.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks