RAJEG — Kepolisian dan Kementerian Agama bergerak cepat menangani insiden yang melibatkan massa bersenjata tajam di Gereja GKPI Mauk Sepatan. Video yang merekam upaya pembubaran ibadah jemaat beredar luas dan memicu perhatian publik.
Musyawarah penyelesaian digelar di kediaman seorang tokoh masyarakat. Hadir dalam pertemuan itu Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam, tokoh agama, ketua lingkungan, serta perwakilan GKPI. Kepolisian dan Kemenag memfasilitasi jalannya dialog.
Kapolresta Tangerang Pilih Jalur Dialog, Bukan Represif
Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani perkara ini. Polresta Tangerang mendatangi lokasi untuk mencegah benturan antarwarga.
"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," kata Kapolres Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Kapolres menegaskan negara menjamin hak setiap warga menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Warga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna menghindari provokasi dan potensi gesekan susulan.
Polisi yang akrab disapa Indra Waspada itu juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh video atau potongan informasi yang beredar di media sosial.
Kemenag Kirim Staf Khusus untuk Pimpin Dialog
Perwakilan Kementerian Agama yang hadir dipimpin Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar. Ia memimpin dialog dan koordinasi untuk memastikan keamanan serta hak beribadah jemaat gereja tetap terlindungi.
"Kementerian Agama RI berkomitmen hadir untuk seluruh umat beragama," ujar Gugun Gumilar.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama terus mendorong kolaborasi antarlembaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara tertib dan mengedepankan kerukunan.
Peran FKDM dan Tokoh Lokal dalam Pencegahan Konflik
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Rajeg dilibatkan dalam musyawarah sebagai jembatan antara massa dan pihak gereja. Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam hadir bersama Camat Rajeg Oman Apriaman untuk menampung aspirasi kedua belah pihak.
Kehadiran tokoh agama dan ketua lingkungan dinilai krusial untuk meredam ketegangan di tingkat akar rumput. Pendekatan musyawarah di kediaman tokoh masyarakat dipilih agar suasana lebih kondusif dibanding pertemuan formal di kantor pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi gereja. Polresta Tangerang belum menyampaikan apakah ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden tersebut.