BANTEN — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memproyeksikan produksi CPO nasional turun menjadi 51,73 juta ton pada 2027 dari estimasi 53,73 juta ton tahun ini, terdampak El Nino. Penurunan pasokan itu bertepatan dengan naiknya kebutuhan biodiesel domestik, sehingga volume ekspor diperkirakan menyusut sekitar 4,63 juta ton atau 14,87% dibandingkan 2026.
Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyatakan pasokan bahan baku CPO untuk program biodiesel B50 pada 2026 masih aman. Tambahan kebutuhan untuk program itu diperkirakan maksimal hanya sekitar 1 juta ton, sehingga total kebutuhan B50 sekitar 14 juta ton.
"Tahun ini bahan baku CPO untuk B50 tidak ada masalah karena penambahan kebutuhan bahan baku maksimum hanya sekitar 1 juta ton, jadi total kebutuhan untuk B50 sekitar 14 juta ton, tidak ada masalah masih mencukupi," kata Eddy kepada Katadata.co.id, Selasa (29/9).
Gapki menghitung produksi minyak sawit yang mencakup CPO dan palm kernel oil (PKO) juga turun dari 58,82 juta ton pada 2026 menjadi 56,64 juta ton pada 2027, atau berkurang sekitar 3,7%.
El Nino Baru Terasa di 2027
Eddy menjelaskan dampak El Nino terhadap produksi baru akan terasa pada 2027. Penurunan produksi itulah yang kemudian menekan volume ekspor.
"Tahun depan 2027 baru ada masalah kalau produksi turun akibat El Nino, yang akan berkurang ekspor," ujar Eddy.
Konsumsi domestik minyak sawit justru diperkirakan naik menjadi 30,20 juta ton pada 2027, atau tumbuh 11,37% dari estimasi 2026 sebesar 27,12 juta ton.
Biodiesel Jadi Pendorong Utama Konsumsi Domestik
Kenaikan konsumsi domestik paling besar berasal dari biodiesel. Kebutuhan CPO untuk biodiesel diproyeksikan melonjak dari 14,69 juta ton pada 2026 menjadi 17,4 juta ton pada 2027, tumbuh 18,46%.
Konsumsi untuk pangan diperkirakan naik dari 10,13 juta ton menjadi 10,43 juta ton. Konsumsi untuk oleokimia juga diproyeksikan meningkat dari 2,30 juta ton menjadi 2,37 juta ton.
Kombinasi produksi yang turun dan konsumsi domestik yang naik mempersempit volume minyak sawit yang bisa dikirim ke pasar ekspor.
Ekspor 2027 Diproyeksi Menyusut 14,87%
Gapki memproyeksikan total ekspor produk sawit pada 2027 hanya mencapai 26,49 juta ton. Angka itu turun sekitar 4,63 juta ton atau 14,87% dibandingkan estimasi 2026 sebesar 31,12 juta ton.
Bagi pelaku industri, proyeksi ini menjadi peringatan dini soal ketatnya pasokan bahan baku pada 2027. Kebutuhan biodiesel yang terus naik akan bersaing langsung dengan alokasi untuk ekspor, sehingga harga CPO di pasar domestik maupun global berpotensi lebih volatil.