BANTEN — Volvo Construction Equipment memilih Norwegia sebagai lokasi pengujian pertama EC500 Electric di tangan pelanggan. Unit pra-produksi itu dipakai untuk pekerjaan tambang, pembangunan jalan, dan penggalian terowongan. Menurut rilis resmi Volvo CE, pengujian di lingkungan kerja nyata ini untuk mengumpulkan umpan balik soal perilaku mesin, performa, dan pengalaman operator sebelum masuk lini produksi.
EC500 Electric dibekali baterai tegangan tinggi on-board yang cukup untuk pemakaian kontinu dua sampai tiga jam. Tapi daya tahan itu bukan patokan utama. Volvo menyiapkan cable reel sepanjang 35 meter yang memungkinkan excavator tersambung ke listrik jaringan, sehingga bisa bekerja shift demi shift tanpa mengisi ulang baterai.
Masalahnya, listrik jaringan tidak selalu tersedia di lokasi kerja. Volvo mengantisipasi ini dengan sistem battery-electric cerdas yang beradaptasi terhadap fluktuasi pasokan daya di basis 400V.
Mike Switzer, pembeli armada alat berat dan co-host The Heavy Equipment Podcast, menyoroti persoalan ini. "Kami selalu bilang begitu, dan itu benar. Bekerja untuk perusahaan belum tentu berarti Anda punya akses listrik," ujarnya.
Sistem di EC500 Electric dirancang mengelola ketidakstabilan daya di lokasi, memberi fleksibilitas lebih sambil mengurangi beban infrastruktur listrik setempat. Pendekatan ini menjawab kenyataan bahwa tidak semua proyek konstruksi punya pasokan daya mumpuni.
EC500 Electric masuk kelas 50 ton, jauh lebih besar dari EC230 Electric yang berbobot 30 ton. Volvo mengklaim performanya setara EC500 versi diesel yang sudah dikenal pelanggan. Klaim itu yang kini dibuktikan lewat pengujian lapangan.
Pendekatan kolaboratif ini, menurut Volvo, memastikan mesin dikembangkan bukan hanya soal pertimbangan teknis, tapi juga kebutuhan harian pelanggan di aplikasi paling menantang.
Data awal dari pilot project di Norwegia sudah dipakai untuk menyempurnakan produk sebelum versi produksi resmi diluncurkan. Volvo menargetkan EC500 Electric masuk produksi pada musim semi 2027.
Program pengujian berlanjut untuk menyaring umpan balik dari lokasi kerja langsung ke tahap akhir pengembangan. Bagi pasar alat berat global, langkah ini jadi penanda seberapa serius Volvo mendorong elektrifikasi di segmen excavator besar.