Pertamina Tambah Pasokan Solar Padang Jadi 403 Ribu Liter per Hari

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:14:02 WIB
Pertamina menambah pasokan Solar di Kota Padang menjadi 403 ribu liter per hari.

BANTEN — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menaikkan pasokan Solar di Kota Padang dari rata-rata 340 ribu liter menjadi 403 ribu liter per hari pada Oktober 2026, atau bertambah sekitar 18 persen. Langkah itu diambil untuk mengurai antrean di SPBU sekaligus menjaga pasokan energi bagi warga kota. Penambahan ini juga dibarengi pengawasan transaksi dan koordinasi lintas instansi.

Padang, Bursakota.co.id — Penambahan pasokan Solar menyasar titik-titik SPBU yang sebelumnya paling padat. Pertamina memperkuat pengaturan antrean, mengawasi transaksi pembelian BBM, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian agar distribusi berjalan lancar di Kota Padang.

Seluruh petugas marshal di SPBU diaktifkan untuk mengatur antrean kendaraan. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Polda Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang guna menyusun langkah penanganan secara terpadu.

Tim Pengurai Antrean hingga Terminal Koto Lalang

Sejumlah langkah konkret dibahas dalam koordinasi tersebut. Pertamina dan pemangku kepentingan menyiapkan pembentukan tim pengurai antrean, pemanfaatan Terminal Koto Lalang sebagai kantong parkir, serta rencana pembatasan kendaraan yang boleh memasuki kawasan dalam Kota Padang.

Dari sisi pengawasan, Pertamina menganalisis data transaksi untuk memetakan potensi pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan. Perusahaan mengajukan permohonan penghapusan nomor polisi kendaraan yang teridentifikasi bertransaksi berulang melalui mekanisme yang berlaku.

Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), mitra pengelola lembaga penyalur resmi, menyatakan komitmen menindaklanjuti setiap temuan ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM.

Keluhan Pertalite, Sampel Teluk Kabung Diuji Lemigas

Pertamina Patra Niaga juga menindaklanjuti informasi dan keluhan masyarakat soal kualitas BBM jenis Pertalite di Sumatera Barat. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah SPBU, dengan sampel Pertalite diambil dari beberapa titik, termasuk Integrated Terminal Teluk Kabung.

Sampel dikirim ke Laboratorium Lemigas Jakarta untuk pengujian lanjutan. Hasilnya, Pertalite yang diperiksa dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah. Meski begitu, Pertamina tetap menelusuri dan memverifikasi laporan konsumen agar setiap keluhan ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut perusahaan memperkuat penanganan lewat penambahan pasokan, pengawasan transaksi, dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

"Kami terus mengoptimalkan penyaluran Solar melalui penambahan pasokan dan penguatan pengawasan transaksi di SPBU. Kami juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mendukung penanganan antrean secara terpadu," ujar Fahrougi dalam keterangan pers, Kamis (15/10/2026).

Ia menambahkan, informasi dan keluhan masyarakat terkait kualitas Pertalite tetap menjadi perhatian perusahaan dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta pengujian sesuai prosedur.

Evaluasi Berjalan, Pengaduan lewat 135

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengevaluasi penyaluran BBM, memperkuat pengawasan terhadap lembaga penyalur, dan menjaga koordinasi lintas kelembagaan. Tujuannya agar distribusi energi berjalan tertib dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Masyarakat yang mengalami kendala atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Penambahan 18 persen pasokan Solar menjadi uji nyata bagi Pertamina di lapangan. Jika antrean di Padang surut dalam beberapa pekan ke depan, pola serupa berpeluang direplikasi di kota lain yang menghadapi tekanan distribusi BBM.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: bursakota.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top