Konferensi Local Media Summit 2026 di Jakarta, 837 Media Lokal hingga Banten Media Summit Jadi Sorotan

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:03:01 WIB
Pembukaan Konferensi Local Media Summit 2026 di Jakarta dihadiri sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

JAKARTA — Gelaran LMS 2026 dibuka dengan Opening Ceremony yang menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. CEO sekaligus Editor-in-Chief Suara.com, Suwarjono, menyebut forum ini dirancang untuk "menggairahkan teman-teman media lokal agar terus berkembang" melalui workshop, training, coaching, hingga level newsroom.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti di konferensi. Suara.com menyiapkan turunan event untuk media regional, mulai dari Jawa Tengah Media Summit, Jawa Timur Media Summit, Jawa Barat Media Summit, Banten Media Summit, Sumatra Media Summit, sampai sejumlah daerah lain.

Apa Saja Program Turunan LMS 2026?

Selain summit regional, ada pula Startup for Media Startup yang menyasar pelaku media berusia satu hingga dua tahun, terutama yang bergerak di ranah news creator. Program ini membantu mereka lewat berbagai kegiatan pendampingan.

Daftar program lain mencakup Woman Media Summit, Woman Media Startup, serta Media Innovation Grant. Pelaku startup media yang butuh bantuan di fase awal bisa memperoleh grant dan training yang sudah berjalan di hampir semua daerah.

Ancaman Disinformasi dan Peran Jurnalisme Profesional

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Norwegia, Christian Groseth, menyoroti sisi lain kemajuan teknologi. Kehadiran teknologi membuka peluang baru dalam distribusi informasi, tetapi sekaligus memunculkan tantangan soal kesahihan berita.

Disinformasi, misinformasi, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan dinilai membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang bisa diandalkan dari yang manipulatif.

"Kondisi ini membuat informasi yang beredar di masyarakat tidak selalu melalui proses jurnalistik dan penyuntingan profesional, sebagaimana berita yang diproduksi oleh media. Dalam ruang seperti inilah, peran jurnalisme yang independen dan profesional menjadi lebih penting," ungkap Christian Groseth.

Media Punya Audiens Besar, tapi Tertekan Secara Bisnis

Sesi pertama konferensi bertajuk "Beyond Media Advertising: Membongkar Model Bisnis dan Revenue Alternatif" menghadirkan Ilona Juwita (CEO dan Co-Founder Props), Yos Kusuma (Google News Partner Manager for Indonesia, The Philippines and Bangladesh), dan Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers).

Dahlan Dahi memaparkan paradoks industri media Indonesia. Jumlah pengguna internet di negeri ini besar, tetapi perusahaan media justru menghadapi tekanan bisnis, sampai tidak sedikit yang mesti berhenti beroperasi.

Persoalannya bukan pada kurangnya audiens atau kemampuan menghasilkan berita. Menurut Dahlan, akar masalahnya ada pada kemampuan perusahaan media menangkap nilai ekonomi dari pasar yang tersedia. Media perlu memahami perubahan perilaku audiens sebagai kondisi baru yang harus dihadapi, bukan tren sementara untuk diabaikan.

Pengiklan Kini Makin Selektif Memilih Kanal

Ilona Juwita menilai media masih memiliki arti bagi audiens. Tantangannya, perusahaan media mesti mampu memahami pembacanya dan mengubah pemahaman itu menjadi peluang monetisasi.

Perubahan perilaku pengiklan turut memperketat persaingan. Pengiklan kini semakin selektif menentukan kanal yang akan menerima alokasi anggaran, sehingga media perlu menunjukkan value spesifik dari audiens mereka.

Yos Kusuma menambahkan, langkah awal bagi media yang ingin mengembangkan model bisnis baru adalah mengidentifikasi peluang sekaligus memahami kondisi internal perusahaan. Pemahaman terhadap audiens tetap menjadi fondasi utama: siapa pembacanya, apa kebutuhannya, dan platform apa yang dipakai untuk mengakses informasi.

Deretan Pembicara Hari Pertama

Hari pertama LMS 2026 juga menghadirkan Syahganda Nainggolan (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah), Tika Primandari (TikTok News Partnership Manager Indonesia), Zhulfakar (Journalist Creator B-Universe), Ario Fajar (VP Marketing Toffin Indonesia), dan Fiki Satari (Ketua ICCN).

Sejumlah nama lain turut tampil, antara lain Nurdiana Darus (Director of Communication, Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk), Dimasz Joey (CMO Mad Hus Group), Ronny Buol (Penanggung Jawab Pantau Iklim Zona Utara), serta Alisa Deliana (Project Manager Green Zetizen Kaltim Today).

Bagi media lokal di Banten dan daerah lain, gelaran ini menjadi ajang bertukar pengalaman soal audiens, teknologi, dan model bisnis sebelum summit regional bergulir di masing-masing wilayah.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: lensabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top