Rangkaian Bazar Harkop Harnas 2026 di alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, turut dimeriahkan oleh produk kerajinan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat Badui sejak Jumat (21/8). Sebanyak 2.000 unit usaha dari masyarakat adat tersebut menawarkan beragam produk unggulan dengan harga mulai Rp 20 ribu hingga Rp 1 juta. Pemerintah Kabupaten Lebak menyebut ajang ini menjadi salah satu motor penggerak perputaran uang hingga ratusan juta rupiah per tahun bagi ekonomi warga Badui.
RANGKASBITUNG — Pameran Bazar Harkop Harnas 2026 yang berlangsung di alun-alun Rangkasbitung hingga Selasa (25/8) menjadi panggung promosi bagi produk kerajinan khas masyarakat Badui. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk selalu menghadirkan produk UMKM Badui di setiap ajang Harkop Harnas agar semakin dikenal luas dan mampu meningkatkan omzet penjualan.
Omzet Ratusan Juta per Tahun dari Kerajinan Adat
Imam menuturkan, saat ini terdapat sekitar 2.000 unit usaha pelaku UMKM Badui yang masih memproduksi kerajinan secara tradisional. Pemerintah daerah terus melakukan pembinaan dan pelatihan agar produk-produk tersebut mampu bersaing di pasar domestik maupun mancanegara.
"Kami memastikan perputaran uang dari kerajinan adat bisa mencapai ratusan juta per tahun, dan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat adat," katanya di Lebak, Minggu (23/8).
Daftar Harga Produk UMKM Badui di Bazar Harkop Harnas 2026
Beragam produk unggulan dipajang di stan pameran, mulai dari kain tenun tradisional hingga aksesori khas Badui. Berikut rincian harga yang ditawarkan kepada pengunjung:
- Kain tenun tradisional motif Janggawari: Rp 1 juta
- Kain pewarna alam: Rp 500 ribu
- Kain songket biasa: Rp 250 ribu
- Kain kadu mancung: Rp 300 ribu
- Pakaian kebaya perempuan: Rp 150 ribu
- Pakaian kampret: Rp 300 ribu per pasang
- Selendang kecil: Rp 20 ribu
- Ikat kepala (lomar): Rp 30 ribu
- Tas koja: Rp 250 ribu
Pengakuan Pelaku UMKM: Omzet Meningkat Selama Pameran
Para perajin yang hadir langsung mengaku merasakan dampak positif dari penyelenggaraan bazar tersebut. Jamal, seorang pelaku UMKM warga Badui, mengatakan penjualan selama tiga hari terakhir berjalan relatif lancar.
"Kami sudah tiga hari terakhir di sini relatif lumayan omzet pendapatan. Kita sangat terbantu peningkatan omzet penjualan melalui pameran itu," kata Jamal saat ditemui di stan pameran.
Hal senada disampaikan Santa, pelaku UMKM Badui lainnya. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pameran ini, terlebih produk yang dijualnya juga diambil dari perajin Badui lain.
"Kami menjual produk kerajinan khas adat itu juga mengambil dari pelaku UMKM masyarakat Badui lainnya," ujar Santa.