PANONGAN — Ketua DKM At Taqwa Mekar Asri 2, Ust. Isman Hidayat, menyebut peringatan Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah. Ia menekankan keteladanan Nabi perlu diterjemahkan ke dalam kejujuran, kepedulian, kesabaran, dan kasih sayang kepada sesama. Harapannya, jemaah semakin dekat dengan masjid dan memperkuat ukhuwah Islamiah.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Ketakwaan perlu diwujudkan melalui kejujuran, kepedulian, kesabaran, dan kasih sayang kepada sesama. Kami berharap jemaah semakin dekat dengan masjid, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan saling membantu,” papar Ust. Isman Hidayat.
Masjid sebagai Ruang Menyelesaikan Persoalan Warga
Sekretaris Kecamatan Panongan, Rizki Rizani Fachri, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak jemaah menjadikan masjid sebagai ruang ibadah sekaligus tempat menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Rizki merujuk pada praktik Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas umat, termasuk urusan sosial dan kemasyarakatan.
“Masjid tempatnya,” ujar Rizki dalam sambutannya.
Ia mendorong jemaah Masjid At Taqwa Mekar Asri 2 terus memakmurkan masjid lewat berbagai kegiatan.
TPA hingga Majelis Taklim Jadi Agenda Pemakmuran Masjid
Masjid, kata Rizki, dapat dikembangkan sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran melalui majelis taklim, ceramah agama, diskusi keilmuan, serta kegiatan TPA atau TPQ bagi anak-anak. Peran itu melengkapi fungsi masjid sebagai tempat ibadah rutin.
Selain pendidikan, masjid dapat berperan sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan. Penyaluran zakat, infak, sedekah, bantuan sembako, hingga musyawarah warga disebut sebagai bagian dari aktivitas yang memperkuat hubungan sosial di lingkungan perumahan.
Ketika Masjid Dituntut Hadir di Luar Waktu Azan
Di tengah kehidupan permukiman yang terus berkembang, masjid tidak cukup hanya ramai ketika azan berkumandang. Masjid perlu hadir saat warga menghadapi persoalan, membutuhkan pertolongan, atau mencari ruang untuk bertemu dan berdialog.
Peringatan Maulid Nabi di At Taqwa Mekar Asri 2 menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah bukan hanya untuk diceritakan dalam tausiah. Keteladanan itu perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan: memperbanyak ibadah, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.